MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Niat Lillah & Billah

Posted by marsaja pada April 22, 2008

Setiap kita melakukan sesuatu, sebenarnya semuanya tergantung dari niatnya. “sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya”. Kalau kita berniat baik, Insya Alloh kita nanti akan dibimbing ke arah yang baik, dan sebaliknya. Semuanya tergantung dari niatnya.

Kenapa niat begitu penting? Karena niat adalah posisi awal kita berangkat sebelum mengerjakan amal. Kalau dari niatnya saja sudah kurang pas, maka hasilnya juga kurang optimal. Dalam urusan ibadah seharusnya juga begitu. Kita luruskan niat kita sebelum mengerjakan amal ibadah. Dalam urusan ibadah, niat yang paling pas adalah Lillah (karena Alloh). Marilah kita tata niat kita semata-mata karena Alloh swt. Kita sebagai makhluk yang diciptakan, sudah sepantasnya mengabdi kepada yang menciptakan, kita sebagai hamba sudah sepantasnya mengabdi kepada yang Maha Pencipta. Ibaratnya, kalau kita sebagai anak buah sepantasnya taat pada juragan (bukan malah demo).

Jika kita sudah bisa menata niat kita hanya karena Alloh, maka sebaiknya ditingkatkan ketika mengamalkan ibadah, yaitu Billah (Ikhlas). Pada saat beramal, sebaiknya kita jangan mengharapkan apa-apa (ikhlas lahir batin). Karena kalau kita sudah bilang ikhlas, tapi dalam hati kita masih berharap (materi, harta, balasan, dll) berarti keikhlasan kita diragukan. Antara yang diucapkan dan yang dilakukan seharusnya ada kecocokan, antara yang dipikir dengan yang ditindakkan ada kesinambungan. Kalau sudah pada posisi mengamalkan, maka sebaiknya kita sudah pasrah, tawakal kepada Alloh, sehingga antara raga, jiwa benar-benar sudah menyatu secara lahir dan batin.

Pada saat mencapai posisi yang seperti itu berarti kita insya Alloh sudah masuk pada tataran kekhusukan atau istiqomah. Sedangkan orang yang sudah istiqomah, adalah orang yang benar-benar sudah bisa merasakan nikmatnya beribadah (orang yang diberi nikmat oleh Alloh SWT). Sementara, orang yang sudah merasakan nikmat ibadah maka ia akan semakin rajin melaksanakannya. “Beda kan orang yang hanya melihat atau mengetahui sate dengan orang yang bisa merasakan sate”.

Oleh karena itu, orang yang sudah masuk tingkatan istiqomah, itulah orang yang disebut sebagai hamba yang bertaqwa. Tandanya adalah orang yang suci dan bisa mensucikan (orang yang bisa mengambil manfaat dan bermanfaat bagi orang lain). Ibaratnya orang tersebut adalah sumur, dan air sumur bisa dimanfaatkan orang lain. Konsep ibadah yang seperti inilah yang disebut sebagai konsep “Lillah dan Billah”.

Satu Tanggapan to “Niat Lillah & Billah”

  1. Aswrb.
    Gimana kabrnya, sohib ? Alhamdulillah smg kita selalu dalam lindungaNYA. Sohib….biarpun masa yg kita miliki tdk seperti dulu. Ana minta kita bisa saling komunikasi di jendela maya ini. Siip aku sudah membaca artikel2 mu . smg kita selalu bisa MESEM NGGUYU, dadekne ikhlase urip sing barokah. Please,you visit to my BLOG
    abu-nayla.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: