MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Manajemen Belajar Anak Suka PS

Posted by marsaja pada April 21, 2008

Fakta tentang kondisi anak-anak masa sekarang ini, menunjukkan sebuah perubahan pola atau gaya permainan yang dari permainan budaya, olah raga menuju permainan berbasis teknologi komputer dalam hal ini permainan game (PS). Sebagai orang tua kita cukup merasa resah, gelisah, dan khawatir terhadap pola perubahan perilaku anak, hampir semua anak-anak usia sekolah semua keranjingan terhadap game. Bagaimana sikap kita sebagai orang tua/pendidik menghadapi fenomena seperti ini. Padahal usia anak tersebut seharusnya adalah masa-masa belajar atau menuntut ilmu.

Berikut ini wawasan yang bisa membuka cara pandang kita terhadap perilaku anak agar hobi gamenya tidak melupakan tugas utama untuk belajar. Anak yang suka bermain PS bukanlah sebuah gangguan. Tapi, justru sebuah manfaat bagi anak. Manfaat yang dapat dipetik adalah anak dapat mengembangkan kecerdasan inteletual (kognitif), visual (gambar), dan spasial (ruang). Kebiasaan tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut misalnya dengan menuliskan kembali apa yang telah dimainkan anak.

Contoh kasus, berkat bermain game, Ali Reza umur 12 tahun telah dapat membuat novel karya sendiri dan sekarang telah diterbitkan. Ali Reza mengatakan bahwa berkat bermain game di PS banyak gagasan yang membantu tulisannya. Ataka, 11 tahun dari Yogyakarta, juga menghasilkan novel petualangan setelah banyak bermain PS.

Cara lain, untuk menyeimbangkan bermain PS dengan tanggung jawab belajar, ibu perlu melakukan penjadwalan. Bermain PS dan permainan komputer lainnya adalah tindakan belahan otak kiri yang berorientasi pada hasil. Agar gaya berpikirnya seimbang antara belahan otak kiri dan kanan, anak juga perlu diberi kesempatan untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Jika hanya berorientasi pada belahan otak kiri, anak akan lebih senang menyendiri ketika gugup, gelisah, dan marah.

Anak jenis ini adalah anak-anak teknologi yang dalam perkembangan ilmu pendidikan termasuk kelompok anak indigo. Anak indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa serta menunjukkan pola perilaku unik yang dapat dikatakan berpola baru. Maksudnya adalah pola yang ketika kita masih kecil tidak ada.

Anak indigo adalah anak terkomputerisasi yang berarti bahwa mereka akan menjadi lebih kepada kepala (pikiran) daripada hati (emosional). Untuk itu pengembangan hati perlu juga diintensifkan pada anak tersebut. Jadi kita sebagai orang tua/pendidik perlu memberikan kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi, supaya belahan otak kanan juga ikut berkembang. Justru, dari sosialisasi anak bisa menyalurkan ide kepada teman-temanya, anak bisa menjadi kreator bagi yang lainya, anak bisa mengembangkan emosionalnya, dan masih banyak manfaat dari lainnya

(Sumber : Klinik Pendidikan JP-Unesa)

Satu Tanggapan to “Manajemen Belajar Anak Suka PS”

  1. kaito724 said

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pendidikan/manajemen_belajar_anak_suka_ps/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: