MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Keunggulan Pembelajaran Inovatif

Posted by marsaja pada April 15, 2008

Untuk menerapkan metode pembelajaran, pertama-tama yang harus diingat bahwa tidak ada satu pun model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajarkan segala macam hasil belajar. Setiap model unik dan hanya cocok untuk mengajarkan hasil belajar tertentu. Sebagai contoh, model pembelajaran kooperatif sangat baik untuk mengajarkan keterampilan sosial, mencegah dominasi siswa dalam kelas. Model pembelajaran langsung (direct instruction) sangat cocok untuk mengajarkan pengetahuan prosedural, seperti menggunakan alat, merangkai alat, gerakan tertentu pada seni dan olahraga. Sementara itu, pembelajaran berdasar masalah unggul untuk mengajarkan keterampilan bernalar dan berpikir tingkat tinggi.

Cara belajar siswa juga berbeda antara satu siswa dan siswa yang lain. Ada siswa yang belajar lewat mendengar, yang lain lewat membaca, sementara yang lain lagi baru dapat belajar bila melakukan. Karena itu, tentu sangat mustahil menggunakan satu model atau metode pembelajaran untuk semua siswa. Pembelajaran inovatif dilakukan untuk mengoptimalkan pencapaian semua hasil belajar dan mengakomodasi sebanyak-banyaknya perbedaan siswa. Dengan demikian, implementasi pembelajaran inovatif selalu multimetode, multimedia, berpusat pada siswa, dilakukan secara alami, dan memberikan peluang siswa mengalami sendiri.

Dengan demikian, keunggulan pembelajaran inovatif adalah : Pertama, Kualitas hasil belajar yang dicapai menjadi lebih tinggi. Kedua, Lingkup hasil belajar menjadi lebih komprehensif. Ketiga, pembelajaran inovatif tidak saja menekankan pada hasil belajar kognitif, tetapi juga hasil belajar proses dan sikap. Konsekuensinya tentu akan memerlukan waktu yang lebih lama karena dilakukan untuk mencapai banyak hasil belajar. Bandingkan dengan metode ceramah yang hanya menekankan pada hasil belajar kognitif dan hafalan yang tentu memerlukan waktu relatif singkat dan dari segi membekali siswa untuk belajar mandiri sepanjang hayat serta membekali siswa dengan kecakapan hidup (life skill) belum dilakukan. Siswa belum difasilitasi untuk menjadi siswa yang utuh.

Lebih memprihatinkan lagi bila guru menerapkan metode drill, mungkin berhasil memfasilitasi siswa untuk berhasil berkompetensi menghafal jangka pendek, tapi gagal membekali siswa hidup jangka panjang. Hasil penelitian tentang otak 25 tahun terakhir menemukan bahwa drill dapat mengakibatkan berkembangnya “otak reptil” pada siswa. Otak tersebut bertanggung jawab untuk survival, bela diri, dan berkelahi. Apa itu jawaban untuk maraknya tawuran antarsiswa?.

Memperoleh nilai Unas yang bagus memang merupakan hal yang diidamkan, namun nilai unas sebatas tataran kognitif bersifat semu. Karena itu, seharusnya evaluasi hasil belajar juga dilakukan untuk mengukur semua bentuk hasil belajar siswa. Sadar atau tidak, guru sekarang mengajar dipandu oleh evaluasi. Kalau evaluasi hanya pada tataran kognitif dan hafalan, guru akan men-drill siswa untuk mampu menghafal.

(Sumber : Klinik Pendidikan JP-Unesa)

Satu Tanggapan to “Keunggulan Pembelajaran Inovatif”

  1. FANGESTINI said

    saya burhan guru Smp. saya minta tolong bagaimana sebenarnya metode macth a macht
    atas pemberitahuan nya saya ucapkan terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: