MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Mendidik dengan Strategi Inkuiri

Posted by marsaja pada April 14, 2008

Membangun pemahaman siswa melalui penemuan pengetahuan dengan cara mandiri mungkin cukup sulit. Namun kalau kita bisa melakukannya untuk mendidika anak baik di rumah atau di sekolah, maka hasilnya akan lebih baik. Ada alternatif cara atau strategi untuk mesukseskan strategi pembelajaran tersebut. Cara tersebut adalah “Strategi Inkuiri”. Maksudnya adalah suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Sasaran utama kegiatan mengajar pada strategi ini ialah : Pertama, Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar disini adalah kegiatan mental intelektual dan sosial emosional. Kedua, Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pengajaran. Ketiga, Mengembangkan sikap percaya diri sendiri (self belief) pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Untuk menyusun strategi yang terarah pada sasaran tersebut perlu diperhatikan kondisi-kondisi untuk melaksanakan inkuiri secara maksimal. Menurut Joyce, syarat-syarat tersebut adalah : Pertama, Aspek sosial di dalam kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi. Hal ini menuntut adanya suasana bebas (permisif) di kelas, siswa tidak merasakan adanya tekanan / hambatan untuk mengemukakan pendapatnya. Kedua, Inkuiri berfokus hipotesis .  Siswa perlu menyadari bahwa  pada dasarnya semua pengetahuan bersifat tentatif. Tidak ada kebenaran yang bersifat mutlak, kebenaran selalu bersifat sementara. Apabila pengetahuan dipandang sebagai hipotesis, maka kegiatan belajar berkisar sekitar pengujian hipotesis dengan pengajuan berbagai informasi yang relevan. Inkuiri bersifat open ended. Jika ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari siswa masing-masing dengan argumen yang benar. Ketiga, Penggunaan fakta sebagai evidensi. Di dalam kelas dibicarakan validitas dan reliabilitas tentang fakta sebagaimana dituntut dalam pengujian hipotesis pada umumnya.

Untuk menciptakan kondisi tersebut, peranan guru sangat menentukan. Guru tidak lagi sebagai pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi, sekalipun hal itu sangat diperlukan. Peranan utama guru untuk mengkondisikan inkuiri adalah : Pertama, Motivator. Memberi rangsangan supaya siswa aktif dan gairah berpikir. Kedua, Fasilitator. Menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa. Ketiga, Penanya. Menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri. Keempat, Administrator. Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan didalam kelas. Kelima, Pengarah. Memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan. Keenam, Manajer. Mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas. Ketujuh, Rewarder. Memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai alam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa.

Supaya guru dapat melakukan peranannya secara efektif maka pengenalan kemampuan siswa sangat diperlukan, terutama cara berpikirnya, cara mereka menanggapi, dan sebagainya. Sedangkan proses inkuiri dapat diurutkan sebagai berikut : 1.   Merumuskan masalah. 2.   Merumuskan hipotesis. 3.   Mengumpulkan bukti. 4.   Menguji hipotesis. 5.   Menarik kesimpulan sementara. Selamat mencoba dan merasakan manfaatnya proses tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: