MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Falsafah Buah Rambutan

Posted by marsaja pada April 14, 2008

Siapa yang tidak suka pada buah Rambutan, mulai Rambutan lokal, Aceh sampai Binjai. Namun bukan hanya buahnya saja yang nikmat, tapi kita juga bisa menggali filosofis dari buah rambutan tersebut. Kita tahu bahwa buah Rambutan terdiri atas tiga bagian : kulit, daging buah, dan isinya. Biasanya yang dimakan adalah daging buahnya, kulitnya dibuang, sedangkan isinya bisa ditanam lagi.

Adapun falsafahnya ialah Pertama, kulit itu akan menjadi sampah maka sebaiknya dikumpulkan dan dibuang, kalau sudah kering bisa dibakar. Kalau langsung dibuang dan tidak pada tempat sampah maka akan menjadi penyebab tersebarnya penyakit. Kulit mencerminkan “Salah”, Maknanya adalah perbuatan salah seyogyanya tidak dilakukan, tapi ditinggalkan. Kedua, isi/bijinya bisa kita tanam kembali supaya tumbuh menjadi pohon rambutan yang bisa berbuah lagi. Isi/biji mencerminkan “Benar”, Maknanya ialah kebenaran harus kita sampaikan (dakwahkan) kepada semua orang sehingga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa yang cinta akan kebenaran. Ketiga, daging buah tentu bisa kita makan, kita rasakan manisnya, bisa diambil manfaatnya untuk menambah vitamin dan zat-zat lainnya. Daging buah mencerminkan “Lurus”, Maknanya adalah Jalan yang lurus, jalan yang kita pilih, jalan yang menunjukkan pencerahan hidup dunia hingga akhirat.

Seperti dalam keterangan surat Al fatihah “ihdinash shiroothol mustaqiim” artinya tunjukilah kami jalan yang lurus. Ada suatu perumpamaan yang pernah kita dengan bahwa shirothol mustaqiim seperti “rambut diporo pitu atau rambut dibagi tujuh” alangkah tipis dan kecilnya. Seperti itulah perbuatan “lurus” juga tipis batasnya antara salah dan benar. Maka sebaiknya kita teliti dalam memilih dan mengamalkannya.

Kesimpulannya adalah perbuatan salah harus kita tinggalkan, perbuatan benar sebaiknya disebarkan, didakwahkan, disiarkan, dan disampaikan kepada semua orang, sedangkan Jalan lurus itulah yang kita yakini, kita rasakan, kita kukuhi, dan kita istiqomahkan. Renungkanlah wahai saudaraku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: