MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Manfaat Bertanya untuk Menyuruh

Posted by marsaja pada April 7, 2008

Ibu-ibu mungkin merasa jengkel melihat respon putrinya saat diminta membersihkan ruang keluarga, malah putrinya asyik menonton TV. Sebenarnya kita bisa memahami ungkapan Ibu tadi saat meminta putrinya untuk membersihkan ruang keluarga. Kita pun merasakan betapa posisi anaksebagai obyek penderita dari permintaan tolong ibunya. Masalahnya, adakah ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapatnya? Apakah membersihkan ruang keluarga telah menjadi bagian kebutuhan anak?

Misal, “Sudahlah nak, kamu ikut orang tua saja, Insya Allah orang tuamu ini hanya berniat untuk kebaikanmu”. Statemen ini sepintas terdengar begitu bijak bagi orang tua, namun ia sangat menafikan adanya dialog antara orang tua dan putranya. Anak tidak diberi kesempatan meyampaikan isi hatinya, dan orang tua pun gagal mengetahui kemauan anak.

Manfaat yang dirasakan orang tua dengan menggunakan teknik bertanya sebagai ganti perintah atau untuk menyuruh anak, di antaranya:

1.   Bisa meningkatkan kebanggaan seorang anak dan merasakan dirinya bagian yang penting dari peristiwa. Pertanyaan, “Ahmad bagaiamana menurutmu taman keluarga kita saat ini?” telah membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan idenya.

2.   Membuat anak mudah memperbaiki kesalahannya. Bandingkan pertanyaan, sepeda siapa yang menghalangi jalan ini? Taruhlah di tempat yang aman” dengan “Faisyal parkir sepedamu  di tempat yang benar, kalau tidak saya tabrak”. Jangankan Faisyal, yang mendengarkan pun pasti jadi tidak enak.

3.   Mendorong kerja sama anak dan menghindari penentangan. “Fatik menurutmu apa yang baik untuk dimasak dengan hawa dingin seperti ini?. Pertanyaan ini akan memudahkan seorang ibu untuk meminta bantuan dari putrinya.

4.   Mendorong munculnya kreatifitas dari putra-putri. Kita hanya memunculkan potensi itu jadi kenyataan.

5.   Lebih mudah mematuhi suatu perintah, jika ia ikut ambil bagian dalam membuat keputusan.

Dengan teknik ini orang tua tidak selalu memberi perintah/menyuruh putra-putrinya untuk belajar, namun ia hanya menanyakan tentang bagaimana kondisi nilainya, pemahaman mereka terhadap materi, atau tentang hal-hal yang menghambat mereka belajar. Kegiatan belajar pun sudah menjadi tanggung jawab anak, bukan tuntutan orang tua.

(Sumber : Majalah Ticer KPI)

Satu Tanggapan to “Manfaat Bertanya untuk Menyuruh”

  1. kaito724 said

    Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pengetahuan_umum/manfaat_bertanya_untuk_menyuruh/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: