<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MAR_SAJA</title>
	<atom:link href="http://marsaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marsaja.wordpress.com</link>
	<description>Mesem minangka tandane syukur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Sep 2011 06:48:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='marsaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MAR_SAJA</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://marsaja.wordpress.com/osd.xml" title="MAR_SAJA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://marsaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda dan Pancasila</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/10/29/sumpah-pemuda-dan-pancasila/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/10/29/sumpah-pemuda-dan-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 04:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Tepat pada tanggal 28 Oktober 2010, bangsa Indonesia memperingati peristiwa Sumpah Pemuda untuk yang ke-82 kali. Kita patut bangga persitiwa saat itu mampu menjadi perekat rasa kebangsaan kita di tengah bangsa yang sedang terjajah. Pada tahun ini sebenarnya. Sumpah yang diikrarkan oleh para wakil pemuda se-Indonesia pada waktu itu benar-benar mampu membangkitkan jiwa nasionalis bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=474&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat pada tanggal 28 Oktober 2010, bangsa Indonesia memperingati peristiwa Sumpah Pemuda untuk yang ke-82 kali. Kita patut bangga persitiwa saat itu mampu menjadi perekat rasa kebangsaan kita di tengah bangsa yang sedang terjajah. Pada tahun ini sebenarnya. Sumpah yang diikrarkan oleh para wakil pemuda se-Indonesia pada waktu itu benar-benar mampu membangkitkan jiwa nasionalis bangsa untuk bersama-sama meniatkan bebas dari penjajahan colonial. Nah, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan dirinya menjadi sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat. Jika kita melihat waktunya ada selisih 17 tahun Indonesia baru merdeka sejak sumpah pemuda diikrarkan bersama-sama.</p>
<p>Peringatan sumpah pemuda pada tahun ini sudah seyogyanya mampu kita jadikan pelecut semangat bagi diri kita untuk bangkit kembali dari keterpurukan bangsa. Sudah cukup banyak bukti bahwa bangsa ini mengalami dekadensi moral dan keterbelakangan budaya. Justru yang berkembang malah budaya yang merusak kepribadian bangsa, seperti adanya budaya berbahasa Indonesia sudah mulai terpengaruh bahasa gaul, bahasa kebarat-baratan sampai kebiasaan minum-minuman keras, pergaulan bebas, pengaruh narkoba,dll. Semua itu tanpa kita sadari semakin merongrong kewibawaan bangsa Indonesia.</p>
<p>Belum lagi negara ini masih diperparah dengan berbagai macam bencana alam, baik banjir, kebakaran, elpiji meledak, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus. Semuanya membuat negeri ini semakin terpuruk dan merugi baik materiil maupun imateriil.</p>
<p>Nah, momentum sumpah pemuda bias kita gunakan untuk kembali membangkitkan semangat kebangsaan kita yang mungkin sudah mulai luntur agar kita tidak semakin merugi. Kita bisa memulai dengan pemahaman bahwa memang manusia pada dasarnya merugi, kecuali adalah orang-orang yang beriman. Kedua orang yang mengerjakan amal sholih (kebaikan), ketiga orang yang saling berwasiat tentang kebenaran (haq), dan Keempat orang yang berwasiat dalam kesabaran.</p>
<p>Dan menurut hemat kami orang yang tidak merugi tetapi malah untung adalah orang yang masih mampu memahami hakikat Pancasila, yaitu dasar Negara kita, ideologi bangsa kita, falsafah bangsa kita. Maksudnya bagaimana?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Coba anda perhatikan, sila Pancasila ada lima, masing-masing sila saling berkaitan dan membentuk hirarki atau sebuah piramida. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan cerminan dari <em>kecuali orang-orang yang beriman. </em>Orang yang beriman berarti orang yang  percaya kepada keagungan Tuhan Yang maha Esa. Orang yang percaya tentu akan mengabdi kepada yang dipercaya, yaitu mengabdi dengan beribadah sesuai rukun-rukunnya dan buah dari beribadah adalah kebaikan yang dikerjakan tanpa merasa pamrih atau ikhlas, ibarat tangan kanan yang memberi, tangan kiri tidak tahu.</p>
<p>Sila kedua berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab merupakan cerminan dari  <em>mengerjakan amal-amal sholih</em>. Memang manusia diciptakan menjadi makhluk yang paling sempurna. Jika akhlaqnya baik maka manusia lebih mulia daripada malaikat, namun jika akhlaqnya buruk manusia menjadi lebih hina daripada binatang. Manusia yang beradab adalah cerminan manusia yang mempunyai akhlaq mulia, sedangkan akhlaq mulia adalah puncaknya ilmu. Kebalikannya manusia yang jelek perangainya akan menjadi manusia yang biadab.Jadi, bukti bahwa manusia itu berilmu atau tidak adalah pada adabiahnya, apakah baik apa jelek.</p>
<p>Sila ketiga dan keempat yang berbunyi Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan merupakan pantulan dari <em>saling berwasiat tentang kebenaran. </em>Orang yang saling memberi nasehat kebenaran tentunya orang tersebut jelas rukun dan mau duduk bersama saling mendengarkan atau lebih jelasnya orang tersebut bersedia duduk bersama untuk bermusyawarah membicarakan setiap masalah dan dicari solusinya. Kadang memang kita setiap saat selalu saja ada masalah yang muncul, namun kita juga diberikan solusi jika ada masalah cara yang paling tepat adalah dengan musyawarah. Dengan musyawarah akan menghapus setiap rasa benci, rasa mau menang sendiri/ego, dan mau mendengarkan kemauan orang lain termasuk mau mengalah yang penting tujuan untuk kepentingan bersama diutamakan.</p>
<p>Sila kelima adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan refleksi dari <em>saling berwasiat tentang kesabaran</em>. Orang yang sabar tentu orang yang mau mengalah dan tahan terhadap cobaan hidup. Orang yang sabar tentu akan lebih mementingkan kepentingan umum daripada pribadi maupun golongannya. Dan kesabaran pasti akan berbuah manis. Kebalikaanya grusa-grusu atau gegabah akan menghasilkan kegagalan. Jadi kesabaran tentu akan melahirkan sebuah keadilan sosial. Dan inilah buah dari Pancasila yaitu sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi yang menikmati keadilan itu bukan hanya sebagian rakyat tetapi semuanya. Itu adalah cita-cita para faunding father bangsa.</p>
<p>Jadi kepada para pemuda mari kita merenung kembali dan mawas diri apakah yang kita lakukan selama ini ini sudah sesuai dengan sumpah pemuda pada saat itu. Kita sudah punya pedoman dan falsafah yaitu Pancasila, maka kita tinggal melaksanakan agar cita-cita bangsa bisa kita laksanakan tentunya sesuai profesi dan kemampuan kita masing-masing. Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda, peringatan tidak akan berarti jikalau kita kurang bisa memaknainya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=474&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/10/29/sumpah-pemuda-dan-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakul Es</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/10/29/bakul-es/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/10/29/bakul-es/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 04:06:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Pada musim kemarau tahun ini ternyata intensitas hujan masih cukup tinggi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di daerah kami. Bahkan di beberapa tempat, seperti di ibukota Jakarta kondisinya makin parah, akibat curah hujan yang semakin deras di beberapa titik terjadi macet akibat banjir. Di antara yang merasakan repotnya hujan mungkin salah satunya adalah Bakul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=470&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada musim kemarau tahun ini ternyata intensitas hujan masih cukup tinggi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di daerah kami. Bahkan di beberapa tempat, seperti di ibukota Jakarta kondisinya makin parah, akibat curah hujan yang semakin deras di beberapa titik terjadi macet akibat banjir. Di antara yang merasakan repotnya hujan mungkin salah satunya adalah Bakul (penjual) Es. Bakul es mungkin berpikir jika tiap hari sering turun hujan bisa-bisa dagangan kurang laris bahkan ada yang tidak terjual.</p>
<p>Sudah jamak, banyak bakul es yang mengeluh jika sering turun hujan. Dagangan jadi tidak laku dan biasanya sebagian besar akan menyalahkan alam, kenapa hujan harus turun terus menerus. Di sinilah titiknya, kita kadang secara tanpa sadar telah menyalahkan <em>sing gawe urip, </em>harus hujan?. Kenapa kok tidak panas saja? Sehingga orang-orang akan merasa haus dan tentunya dagangan es akan laris lagi, tentu penghasilan akan tambah dan terus bertambah.</p>
<p>Di sisi lain, petani yang sudah lama tanahnya krisis air tentu akan berharap akan turun hujan, sehingga sawah dan ladangnya bisa ditanami kembali. Tentu tanaman akan hidup segar, yang bisa merasakan manfaat tidak hanya petani tetapi peternak hewan seperti kambing, sapi, kerbau tentu akan sangat senang karena makanan (rumput) tersedia dengan melimpah ruah. Petani biasanya juga berharap agar setiap hari bisa mendapatkan aliran air yang melimpah agar bisa mengairi sawah dan ladangnya.</p>
<p>Di sisnilah repotnya manusia, kadang minta hujan supaya cepat turun, kadang minta panas atau lebih tepatnya manusia minta agar kondisi alam menuruti kemauannya. Jika memang sudah demikian bukankah itu termasuk egois. Lalu bagaimana posisi kita sebagai hamba Tuhan. Dimanakah letak ketundukan kita sebagai makhluk ciptan-Nya. Inilah yang seharusnya kita sadari, kita kadang lupa bahwa ada kekuatan dan kekuasaan yang maha tinggi, yaitu Tuhan yang menciptakan alam beserta isinya. Bahkan kadang karena manusia merasa pintar akhirnya tidak menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini ada yang mengatur. Tugas kita sebenarnya hanyalah menaatinya dengan cara salah satunya untuk menerima dengan ikhlas setiap apa yang dianugrahkan kepada kita.</p>
<p>Kalaulah kita mau berpikir sebenarnya hidup ini hanya terdiri dari dua macam saja. Jika tidak siang ya malam, kadang panas kadang juga hujan, kadang merasa dingin terkadang merasa gerah. Seperti tubuh kita kadang badan kita sehat kadang sakit, kadang rejeki kita lancer kadang isinya dompet kosong. Yang penting kondisi yang seperti apapun jangan merasa mengeluh apalagi sampai menyalahkan Tuhan. Sudah sepantasnyalah kita semakin banyak mawas diri. Ada banyak rahasia yang Tuhan berikan kepada kita. Kita saja yang belum mengerti apa makna rahasia alam tersebut. Jadi biarpun hujan sebaiknya Bakul Es tetap tersenyum dan menerima dengan ikhlas serta tetap berusaha. Mungkin ketika dagangan bakul es laris, maka sebagian rejeki bisa ditabung, sehingga ketika dagangan sepi dapur masih mengepul dan tidak perlu menyalahkan kondisi alam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=470&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/10/29/bakul-es/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pintu Surga</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/08/27/pintu-surga/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/08/27/pintu-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 01:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Pintu, sebuah kata singkat yang sudah jamak kita dengar dalam keseharian kita. Ketika kita membangun sebuah rumah tinggal, kantor, atau bangunan lain, maka seorang arsitek tentu akan mendesain dengan baik, salah satunya pintu. Ketika kita berada di rumah, pintu juga memegang peranan penting, baik sebagai jalan masuk maupun keluar dari rumah. Anda mau bertamu ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=467&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pintu, sebuah kata singkat yang sudah jamak kita dengar dalam keseharian kita. Ketika kita membangun sebuah rumah tinggal, kantor, atau bangunan lain, maka seorang arsitek tentu akan mendesain dengan baik, salah satunya pintu. Ketika kita berada di rumah, pintu juga memegang peranan penting, baik sebagai jalan masuk maupun keluar dari rumah. Anda mau bertamu ke rumah kerabat, teman, atau orang lain, maka tuan rumah tentu akan mempersilahkan anda masuk melalui pintu. Jika kita ingin bepergian jauh naik bus, kereta api atau pesawat terbang, maka kita tentu akan antre masuk via pintu. Ingin nonton film di bioskop, kita masuk juga lewat pintu. Intinya jika kita mau masuk atau keluar ruangan maka pintu adalah satu-satunya jalan resmi.</p>
<p>Begitu pentingnya fungsi pintu, sehingga banyak orang yang mendesain bentuk pintu seindah mungkin. Bahkan walau dengan biaya yang mahal mereka rela, yang penting pintunya tampak berkualitas unggul dan menarik. Sebenarnya apa sih pintu itu? Kita bisa memaknainya tidak hanya sekadar fungsi di atas, tidak ada salahnya jika kita memaknainya dari sisi yang lain, PINTU (<strong>P</strong>rinsip, <strong>I</strong>lmu, <strong>N</strong>orma, <strong>T</strong>aat, dan <strong>U</strong>ntung).</p>
<p>Kita hidup tentu harus mempunyai <strong><em>Prinsip</em></strong>, sebuah pegangan hidup. Orang yang tidak memiliki prinsip akan mudah terombang-ambing dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Apalagi di tengah kondisi masyarakat sekarang yang serba krisis, maka memiliki prinsip yang tegas itu penting, agar kita tidak mudah terbawa arus. Anda pilih mana? Terbawa arus, melawan arus atau mengikuti arus!. Jika anda memilih terbawa arus maka anda bisa dikatakan tidak mempunyai prinsip yang tegas, anda akan mudah terbawa suasana, mudah terbawa tren, mudah terseret arus kehidupan. Akibat prinsip yang demikian adalah kita akan tergerus oleh zaman, kita akan tenggelam hidup ini, kita akan banyak mengalami kerugian. Orang yang terbawa arus adalah orang yang tidak memiliki daya dan kekuatan untuk hidup, tenggelam dalam arus kehidupan , miskin kreatifitas, kurang bisa berinisiatif dan yang paling fatal adalah mati akibatnya. Jika melawan arus yang anda pilih maka anda akan menghadapi kekuatan yang besar dan anda butuh tenaga serta biaya yang besar untuk sekadar bertahan dari arus kehidupan, efeknya anda lama-lama juga akan sulit bertahan dan akan hancur dengan sendirinya. Sedangkan jika anda mengikuti arus, bukan berarti anda kalah, tetapi kita masih ada kesempatan untuk memilih arus yang tidak berbahaya bagi hidup kita . Dan justru inilah pilihan paling logis, kreatif dan cara paling elegan agar anda tetap eksis dan masih mampu menentukan irama kehidupan baik pribadi, di keluarga maupun di masyarakat.</p>
<p>Prinsip saja kurang jika tidak disertai dengan memiliki <strong><em>Ilmu</em></strong>. Begitu pentingnya ilmu, sehingga manusia diwajibkan untuk terus mencari ilmu sepanjag hayatnya, karena pada prinsipnya ilmu adalah sebuah anugerah yang diberikan Sang Maha Pencipta bagi hambanya agar mengetahui semua ciptaan-Nya. Orang yang sedari awalnya tidak tahu, karena mempunyai ilmu akhirnya menjadi tahu. Misalnya ilmu agama, kita menjadi paham bagaimana cara mendirikan sholat dan mengerjakan puasa. Ilmu umum menuntun kita, mampu bekerja sesuai bidang yang kita ampu.</p>
<p>Ketiga, disamping prinsip, ilmu, maka yang tidak kalah penting adalah <strong><em>Norma</em></strong>. Norma atau adabiyah adalah bukti otentik bahwa kita benar-benar memahami ilmu. Sebutan lain norma/adabiyah adalah puncaknya ilmu. Tidak sekadar rajin mencari ilmu akan tetapi juga rajin mengamalkan ilmu, sehingga budi pekerti atau adab yang akhirnya menjadi buahnya ilmu. Seperti teladan kita, Rasulullah yang diutus ke muka bumi dengan tujuan untuk menyempurnakan keluhuran budi. Dan rasululullah sendiri mencontohkan dengan sangat nyata bahwa beliau sosok yang mengedepankan akhlaq mulia.</p>
<p>Dengan norma, pada akhirnya manusia akan senantiasa untuk berbuat <strong><em>Taat</em></strong> pada yang menciptakannya. Dengan ketaatan itulah, membuktikan bahwa kita adalah seorang hamba yang bersyukur atas semua nikmat yang kita terima di dunia ini. Taat adalah perbuatan mulia dan bukti manifestasi keilmuan kita kepada Sang Khalik. Dan taat inilah sebagai puncaknya manusia yang beriman. Derajat manusia yang mulia itu bukan karena kepandaian kita, atau gelar yang melekat pada nama kita, atau bukan karena kekayaan, kecantikan atau ketampanan. Namun sangat jelas disebutkan bahwa derajat manusia yang paling mulia disisi-Nya hanyalah karena Taat (Taqwa) nya.</p>
<p>Jukalau kita sudah termasuk orang yang taat kepada apapun, khususnya kepada Sang Khalik, maka itulah manusia yang ber-<strong>Untung</strong>. Ya, untung adalah sesuatu yang pasti didambakan oleh manusia. Apalagi orang yang berdagang tentu tujuan utama adalah mendapatkan untung. Bisa dikatakan manusia beruntung adalah yang benar-benar yangn selalu mendapatkan limpahan rahmat dan karunia-Nya. Manusia yang beruntung senantiasa tidak lupa selalu ingat dan waspada serta memasrahkan diri hanya kepada-Nya. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tidak merugi di dunia juga di akherat.</p>
<p>Jadi, jikalau anda benar-benar dengan kesungguhan hati ingin memasuki Pintu Surga, maka pahamilah dulu makna Pintu dengan sebaik-baiknya. Jika sudah paham, maka langkah selanjutnya adalah masukilah pintu tersebut dengan cara mengamalkan di setiap langkah hidup kita agar kita termasuk manusia yang tidak merugi baik di dunia terlebih di akherat. Ingat pintu surga adalah jalan masuk menuju kenikmatan sejati, yaitu jalan yang diridhai oleh Sang Maha Pencipta, tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan yang Engkau ridhai, yaitu jalan kenikmatan. Kami ucapkan selamat memasuki <strong>PINTU SURGA</strong>, aamiiin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=467&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/08/27/pintu-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik &#8220;Sampah&#8221;</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/04/26/dibalik-sampah/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/04/26/dibalik-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 04:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini khusus membahas sampah, tapi bukan sembarang sampah lhooo. Kami mengajak saudara untuk memikirkan lebih dalam apa sih sebenarnya sampah itu? dan dimana sebaiknya kita menempatkan sampah?. Kita tahu bahwa setiap keluarga dipastikan akan selalu menghasilkan sampah, bisa dari sisa masakan, kertas, plastik, atau daun yang berguguran. Kita dirumah diajarkan oleh orang tua agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=456&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini khusus membahas sampah, tapi bukan sembarang sampah lhooo. Kami mengajak saudara untuk memikirkan lebih dalam apa sih sebenarnya sampah itu? dan dimana sebaiknya kita menempatkan sampah?. Kita tahu bahwa setiap keluarga dipastikan akan selalu menghasilkan sampah, bisa dari sisa masakan, kertas, plastik, atau daun yang berguguran. Kita dirumah diajarkan oleh orang tua agar jangan membuang sampah sembarangan, harus pada tempatnya. Kalau dalam manajemen sampah modern biasanya dipisah antara sampah organik dan anorganik. Di taman-taman kota biasanya disediakan tempat sampah versi beda, ada yang kering dan yang basah atau ooganik dan anorganik.</p>
<p>Pendeknya sampah harus dibuang di tempat sampah. Banyak keuntungan yang bisa kita peroleh. Diantaranya agar tidak membuat sumber penyakit. Supaya rumah dan lingkungannya bersih, agar lingkungan kita sehat, supaya rumah kelihatan lebih indah dan nyaman ditempati, dan masih banyak keuntungan yang lainnya jika rumah kita bersih dari sampah.</p>
<p>Pada masing-masing orang, sebenarnya juga sama. Pada setiap orang pasti akan menghasilkan produksi sampah sisa dari sari-sari makanan. Yang mana biasanya sampah secara lumrah akan dikeluarkan dari tubuh. Bisa berupa BAK atau BAB. Bayangkan kalau tidak dikeluarkan, bisa operasi dan tentu biayanya mahal.</p>
<p>Bagaimana cara mengelola sampah yang baik. Orang tua mengajarkan sampah sebaiknya dibakar agar tidak tertimbun dan menyebabkan bau-bauan yang menyengat atau udara yang tidak sehat. Atau sampah organik bisa dijadikan pupuk organik. Pendeknya yang paling mudah sampah dibakar. Itu kalau pengelolaan dalam skala kecil.</p>
<p>Jika kita tarik dalam skala yang lebih besar, kira-kira bagaimana? Coba anda perhatikan, jika di dunia ini terdapat sampah (orang yang kelakuannya seperti sampah, maaf lhooo). Misalkan ada sebutan &#8220;sampah masyarakat&#8221; atau oarng yang sifatnya selalu merugikan orang lain, gemar maksiat, hoby berbuat dosa, suka menipu, korupsi, atau lupa pada Tuhan, apalagi berani menentang Tuhan. Mungkinkah bisa dikategorikan orang-orang yang mengotori dunia. Berarti kalau kita menginginkan rumah kita, bumi kita, tempat hidup kita bersih dari sampah, maka sepantasnya dibersihkan dengan cara sampah disapu, dikumpulkan, ditaruh ketempat sampah kemudian dibakar, agar bersih dan tidak menimbulkan bau-bau yang kurang sedap.</p>
<p>Kami berpikir, mungkinkah bencana alam ini, mulai tsunami, gempa bumi, longsor, banjir, angin topa, kebakaran, gunung meletus, dll, adalah bagian dari proses pembersihan sampah di muka bumi. Mungkinkah Tuhan membersihkan sendiri melalui kekuasaanya karena memang banyak sampah yang harus dibersihkan. Mungkinkah saudara? Jadi kalau ada bencana-bencana alam di muka bumi ini mungkin itu adalah bagian dari pembersihan sampah, yang ditaruh ditempat sampah, kemudian dibakar.</p>
<p>Semoga kita bukan termasuk manusia-manusia yang perilakunya seperti sampah, hanya mengotori rumah tinggal kita yaitu bumi. Atau mengotori kehidupan ini. Kalau rumah kita ingin bersih, mari kita jaga setiap hari dengan rajin membersihkan sampah dengan cara menyapunya, menempatkan di bak sampah dan membakarnya. Agara kita nyaman tinggal dirumah kita, rumah yang telah dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=456&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/04/26/dibalik-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai &#8220;Celengan&#8221;</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/02/15/memaknai-celengan/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/02/15/memaknai-celengan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 07:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Umumnya orang kalau punya uang lebih maka biasanya ditabung. Kalau orang Jawa istilahnya &#8220;nyelengi&#8221; atau menabung. Jadi kalau &#8220;celengan&#8221; berarti tabungan. Ini penting kita bahas agar menjadikan kita semakin mengerti jati diri manusia yang sewajarnya itu seperti apa. Kenapa dinamakan celengan, itu nerupakan suatu simbol bahwa kalau ada orang yang hanya menumpuk uang atau menimbun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=454&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umumnya orang kalau punya uang lebih maka biasanya ditabung. Kalau orang Jawa istilahnya &#8220;nyelengi&#8221; atau menabung. Jadi kalau &#8220;celengan&#8221; berarti tabungan. Ini penting kita bahas agar menjadikan kita semakin mengerti jati diri manusia yang sewajarnya itu seperti apa. Kenapa dinamakan celengan, itu nerupakan suatu simbol bahwa kalau ada orang yang hanya menumpuk uang atau menimbun uang maka orang Jawa menamakan nyelengi. Sedangkan celengan berasal dari kata &#8220;celeng&#8221; atau babi hutan dalam bahasa Indonesianya. Celeng itu identik dengan hewan yang larinya cepat tetapi sulit untuk melihat kanan kiri kalau pas berlari. Celeng sulit untuk menengok kekanan dan kekiri. Maksudnya adalah orang yang suka menabung dengan tujuan untuk sekedar menumpuk atau menimbun harta maka hidupnya seperti sifat celeng. Yang salah satunya adalah suka berbuat yang melampaui batas, kurang peduli kepada tetangga kanan kirinya atau keadaan sekitar. Dia hanya berpikir individualis dan hakikatnya dia sebenarnya khawatir pada hidupnya. Kenapa karena dia khawatir kalau besok tidak bisa makan. Sedangkan kebalikan sifat celeng (babi hutan) adalah burung atau ayam. Burung hanya akan makan ala sekedarnya kalaupun kenyang hanya sebatas di perutnya saja, tanpa berpikiran punya cadangan makanan, burung akan mencari makan dimana saja dan sifatnya sekedar untuk makan pada hari itu saja, dan itu berlangsung tiap hari.</p>
<p>Kalau manusia lain, sebenarnya sudah cukup namun kadang masih merasa kurang, khawatir besok tidak bisa makan, atau nanti anaknya makan apa, sehingga mereka akan menabung sebanyak-banyak. Lalu menabung itu apa tidak boleh. Boleh saja, asalkan sifatnya tidak untuk kesombongan atau melampaui batas. Dan hanya &#8230;&#8230;.. bersambung</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=454&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/02/15/memaknai-celengan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Menanam Akan Menuai Hasil</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/02/14/siapa-menanam-akan-menuai-hasil/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/02/14/siapa-menanam-akan-menuai-hasil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 06:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah ungkapan dalam kultur budaya Jawa yang menurut hemat kami sangat tepat dengan kondisi sekarang ini. Ungkapan tersebut adalah &#8220;Sopo nandur wis wayahe panen, sopo utang wis wayahe nyaur, lan sopo nyilih wis wayahe mbalekne&#8221; kalau diartikan secara bahasa adalah &#8220;Siapa yang menanam sudah saatnya panen, siapa yang berhutang sudah saatnya melunasi, dan siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=451&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah ungkapan dalam kultur budaya Jawa yang menurut hemat kami sangat tepat dengan kondisi sekarang ini. Ungkapan tersebut adalah &#8220;Sopo nandur wis wayahe panen, sopo utang wis wayahe nyaur, lan sopo nyilih wis wayahe mbalekne&#8221; kalau diartikan secara bahasa adalah &#8220;Siapa yang menanam sudah saatnya panen, siapa yang berhutang sudah saatnya melunasi, dan siapa yang meminjam sudah saatnya mengembalikan. Ungkapan tersebut tepat dengan kondisi sekarang kenapa? Coba mari kita rasakan bersama.</p>
<p>Akhir-akhir ini kondisi atau kenyataan yang terjadi di dunia atau di negara kita, anda bisa merasakan bahwa sudah cukup banyak para pejabat dan mantan pejabat negara yang sekarang tidak berada di rumah tinggalnya, mereka sudah pindah ke rumah tahanan (di penjara). Istilahnya mereka sudah menerima pidana secara hukum kenegaraan. Pejabat atau pegawai yang banyak berbuat korupsi kelihatan sekali dari sikapnya sudah mulai tidak nyaman dalam hidupnya, mereka seolah khawatir kalau akan ditindak oleh KPK. Akhirnya mereka bersikeras dengan berbagai cara agar tidak ditindak oleh KPK, karena mereka takut perbuatan mengumpulkan uangnya yang ilegal (korupsi) akan ketahuan dan terbukti bersalah. Jelas mereka nanti hidupnya akan berakhir di hotel prodeo. Jadi menurut keyakinan kami, mereka itu sudah saatnya menuai hasil perbuatannya, kalau mereka dulu korupsi, maka akan mendapatkan balasannya. tetapi kalau pejabat itu bersih, saya yakin hidupnya akan terhormat di mata Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Coba anda perhatikan lagi, situasi alam khususnya di Indonesia. Sudah cukup banyak bencana menimpa kita, mulai banjir, angin topan, gempa bumi, longsor, kebakaran. Ini semua kalau kita rasakan sebenarnya ya karena tingkah polah manusia sendiri, kenapa kita tidak bisa bersahabat dengan alam. Seharusnya kita mampu membaca alam ini, mampu menjaganya agar kesinambungan alam tetap terjaga. Kemakmuran yang kita peroleh bukan bala&#8217;. Padahal alam ini dengan sukarela sebenarnya hanya bertujuan menyediakan keperluan makhluk yang paling sempurna, yaitu manusia. Tetapi karena kelakuan manusianya banyak yang tidak beradab maka bukan kemakmuran yang diperoleh akan tetapi sebaliknya malah murka.</p>
<p>Selanjutnya kalau kita memperhatikan tingkah polah anak remaja/muda, kita patut prihatin, mayoritas kelakuannya sudah di luar norma atau akhlaq. Mereka seolah kehilangan jati diri sebagai manusia yang bermoral. cenderung bebas, individualis, kurang peduli. Misalnya ketika mereka asyik dengan HPnya mereka seolah tidak peduli dengan sekitarnya. Contoh kasus akhir-akhir ini banyak kejadian kriminal hanya gara-gara suka fesbookan. banyak kasus pelecehan dan pemerkosaan gara-gara gambar hot di internet, yang membuat mereka penasaran dan pada akhirnya dilampiaskan dengan sesama teman mereka. Anak menjadi sukar dikendalikan oleh orang tuanya. alasannya belajar dengan teman, namun ternyata berbuat maksiat bersama atau hura-hura saja dan malah bertindak kriminal. Anaka sulit untuk diajak komunikasi oleh orang tuanya. Jadi kalau orang tua hanya menanamkan sifat materialisnya maka hasilnya juga kurang baik. Namun jika orang tua masih menanamkan adab dan kasih sayang saya yakin anak masih akan terjaga.</p>
<p>Jadi, mari kita renungkan bersama, apapun yang kita lakukan sebaiknya hal-hal positif saja. Kalau kita menanam benih padi akan tumbuh padi dan rumput, namun jika kita menanam rumput maka tidak mungkin bisa tumbuh padi. Jika kita menanam kebaikan mungkin masih akan mendapat cobaan dan godaan, namun jika menanam kejelekan jelas kebejatan yang akan diterima. Jadi kita harus tetap ingat dan waspada. Kalau ada yang bertanya, mengapa mereka yang suka korupsi dan berbuat maksiat masih sehat dan kelihatan senang. Itu kelihatannya akan tetap sejatinya mereka khawatir, gundah dan tidak yakin akan adanya hari pembalasan, baik pembalasan di dunia ini (sekarang) maupun di akherat nanti (sangat adil). Karena saya yakin bahwa keadilan akan ada, walaupun banyak manusia yang sudah banyak yang tidak percaya, keadilan Yang Maha Esa tetap akan berjalan sebagaimana seperti roda yang terus berputar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=451&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/02/14/siapa-menanam-akan-menuai-hasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surga di Dalam Neraka</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/29/surga-di-dalam-neraka/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/29/surga-di-dalam-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 06:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Kita akhir-akhir ini disuguhi berita yang cukup populer di seputar kehidupan hukum negeri ini. Ketika satgas mafia pemberantasan hukum melakukan sidak di rutan wanita, mereka melihat pemandangan yang mencengangkan dunia hukum. Ternyata salah satu terpidana kasus korupsi hidupnya jauh lebih enak daripada narapidana yang lain. Mereka bisa menyulap salah satu ruangan menjadi tempat yang nyaman. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=449&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita akhir-akhir ini disuguhi berita yang cukup populer di seputar kehidupan hukum negeri ini. Ketika satgas mafia pemberantasan hukum melakukan sidak di rutan wanita, mereka melihat pemandangan yang mencengangkan dunia hukum. Ternyata salah satu terpidana kasus korupsi hidupnya jauh lebih enak daripada narapidana yang lain. Mereka bisa menyulap salah satu ruangan menjadi tempat yang nyaman. Istilah kami adalah Ada &#8220;Surga di dalam Neraka&#8221;.</p>
<p>Mereka yang mampu berbuat demikian tentu mempunyai kekuatan untuk berbuat seperti itu. Mereka menyulap sebuah kamar penjara menjadi tempat yang enak, nyaman, dan ada fasilitas mewah. Bayangkan napi lain yang tidak mempunyai kekuatan, mereka harus berdesak-desakan hanya untuk tidur saja, belum aktifitas yang lainnya.</p>
<p>Namun, mereka lupa bahwa walaupun mereka bisa berbuat seperti itu di dunia ini, mereka tetap akan menerima pengadilan yang adil di akherat kelak. walaupun di dunia nyata ini mereka mampu menyulap neraka menjadi surga, akan tetapi apakah di akherat nanti mereka bisa berbuat seperti itu lagi. Kira-kira mereka sadar tidak yaa! Mudah-mudahan mereka akan tetap dikaruniai kesadaran sehingga akan menerima hidup di penjara yang tujuannya untuk kembali sadar dan menyadari kesalahannya, malah bukan untuk berbuat seenaknya sendiri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=449&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/29/surga-di-dalam-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berlebihan &#8230;..</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/15/berlebihan/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/15/berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 05:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah gaya hidup baru di negeri kita tercinta ini bila kita lihat dan saksikan secara seksama akhir-akhir ini, baik di lingkungan kita maupun yang tampak di media TV kita. Kami menyebutkan sebagai gejala &#8220;Berlebihan&#8221;. Berlebihan dalam hal penampilan, berbicara, berpikir dan persepsi kepada sesuatu. Anehnya gaya yang berlebihan tadi lama-kelamaan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=446&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah gaya hidup baru di negeri kita tercinta ini bila kita lihat dan saksikan secara seksama akhir-akhir ini, baik di lingkungan kita maupun yang tampak di media TV kita. Kami menyebutkan sebagai gejala &#8220;Berlebihan&#8221;. Berlebihan dalam hal penampilan, berbicara, berpikir dan persepsi kepada sesuatu. Anehnya gaya yang berlebihan tadi lama-kelamaan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang dianggap benar dan lazim dilakukan, justru bagi yang tidak melakukan akan dianggap tidak gaulah, tidak modernlah, ketinggalan zamanlah.</p>
<p>Taruh contoh, gaya berbicara para politisi kita atau presenter yang khusus menanyai seorang narasumber tema yang lagi aktual. Coba anda bayangkan, pantas tidak? ketika bertanya dan jawabannya belum selesai langsung dipotong dengan pertanyaan lain dan itu bisa terjadi berulang-ulang. Kami saja sebagai rakyat yang melihat proses itu, merasa kurang pantas (tidak beretika) bahkan yang lebih memprihatinkan adalah adanya anggota pansus century yang berkonflik terbuka dengan kata-kata yang tidak pantas.</p>
<p>Mereka mungkin tidak menyadari bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan sebenarnya bukan untuk membelajari proses demokrasi akan tetapi merupakan suatu bentuk kekhilafan dalam hal ini moral seorang pemimpin. Murnikah apa yang diperjuangkan para wakil rakyat tersebut benar-benar untuk kepentingan rakyat?. Jikalau memang mereka memperjuangkan rakyat, seharusnya mereka memang murni berjuang untuk rakyat dan bebas dari kepentingan politik.</p>
<p>Kami sebagai rakyat sebenarnya hanya bisa berpikir sederhana saja. Sesungguhnya akhir dari drama politik nanti apa. Apa pengaruhnya langsung bagi rakyat. Apakah kehidupan rakyat akan sejahtera jika pansus century berhasil mengurai masalahnya. Apakah kehidupan rakyat nanti bertambah baik. Ataua jangan-jangan justru para pemimpin kita bukannya tambah rukun dan bersama-sama memeperjuangkan rakyat akan tetapi malah saling menjatuhkan. Mudah-mudahan kita sebagai rakyat masih dipikirkan dan dipedulikan tanpa banyak bicara tetapi benar-benar bukti, seperti janji mereka saat kampanye dulu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=446&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/15/berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>18.45</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/04/18-45/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/04/18-45/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 02:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa kejadian menarik yang sebenarnya terjadi di sekitar kita. Di antaranya  adalah tentang kejadian unik yang bisa kita peroleh dari rahasia sebuah angka. Ini hanyalah sebuah proses berpikir dan menuju samudra rasa. Rahasia yang kami maksud adalah angka &#8220;18.45&#8243;. Angka 18.45 jika keduanya dijumlah akan menghasilkan angka &#8220;99&#8243;. Coba anda perhatikan angka 18.45, 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=444&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada beberapa kejadian menarik yang sebenarnya terjadi di sekitar kita. Di antaranya  adalah tentang kejadian unik yang bisa kita peroleh dari rahasia sebuah angka. Ini hanyalah sebuah proses berpikir dan menuju samudra rasa. Rahasia yang kami maksud adalah angka &#8220;18.45&#8243;. Angka 18.45 jika keduanya dijumlah akan menghasilkan angka &#8220;99&#8243;. Coba anda perhatikan angka 18.45, 1 + 8 = 9 dan 4 + 5 = 9. Rahasia pertama angka 99 anda dapat menjumpai pada &#8220;Asmaul Husna&#8221; nama-nama yang baik dari Yang Maha Kuasa. Angka 99 jika dijumlah persatuannya akan diperoleh 9 + 9 = 18, 1 + 8 = 9. Ternyata yang kita dapatkan juga angka 9 juga.</p>
<p>Bagi penggemar sepak bola pemain yang memiliki angka 9 biasanya adalah pemain terbaik di klubnya, seperti Cristiano Ronaldo. Angka sembilan kalau dilihat dari kedudukan angka satuan juga memiliki jumlah paling banyak. Bila kita menengok sejarah peradaban Islam di Pulau Jawa, juga ada semacam dewan mubaligh yang terkenal dengan sebutan &#8220;Wali 9&#8243;. Bila melihat fisiologi tubuh manusia juga mempunyai 9 lubang dalam istilah Jawa adalah &#8220;Babahan Howo Songo&#8221;.</p>
<p>Coba anda perhatika pada angka satuan jika 2 angka dijumlah ternyata hasilnya juga sembilan, seperti 1 + 8 = 9, 2 + 7 = 9, 3 + 6 = 9, 4 + 5 = 9. Coba anda kaitkan juga dengan sebutan &#8220;Sembako&#8221; 9 bahan pokok jumlahnya juga 9.</p>
<p>Oh ternyata banyak sekali rahasia angka 9, bila anda jlentrehkan lagi kami yakin akan masih banyak sekali temuan-temuan yang lain. Dan tentu anda masih ingat ! Siapakah sosok yang wafat pada tahun 2009 yang waktu wafatnya ternyata tepat pada pukul &#8220;18.45&#8243; Siapa lagi kalau bukan &#8220;<strong>GUS DUR</strong>&#8221; he&#8230;he&#8230;he&#8230; <em>Gitu Aja Kok Repot</em>!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=444&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2010/01/04/18-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buih di Atas Air</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/12/28/buih-di-atas-air/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/12/28/buih-di-atas-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 04:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang bijak bilang bahwa semakin berisi padi maka semakin merunduk. Maksudnya orang kalau semakin berilmu biasanya semakin rendah hati. Bisa juga dikatakan sikapnya seorang kopral dengan jendral juga akan berbeda. Dalam hal ini kita banyak disuguhi berita terutama di TV tentang tingkah polah orang-orang yang mengaku pandai, terbukti banyak yang bergelar sarjana, baik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=441&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada orang bijak bilang bahwa semakin berisi padi maka semakin merunduk. Maksudnya orang kalau semakin berilmu biasanya semakin rendah hati. Bisa juga dikatakan sikapnya seorang kopral dengan jendral juga akan berbeda. Dalam hal ini kita banyak disuguhi berita terutama di TV tentang tingkah polah orang-orang yang mengaku pandai, terbukti banyak yang bergelar sarjana, baik yang S-1 sampai S-3. Namun yang terlihat kita semakin bingung sebenarnya siapa yang benar-benar tahu dan mengerti dan siapa yang hanya merasa sok tahu saja. Ibaratnya seperti &#8220;Buih di Lautan&#8221;. Kelihatannya pandai namun sebenarnya kurang menyadari kemampuannya. istilah lainnya adalah orang yang hanya tampilannya pandai namun tidak berbobo.</p>
<p>Indikasinya bisa dilihat dari semakin banyak orang yang hanya pandai bicara tetapi miskin tindakan. kerjanya hanya mengomentari saja namun jarang berbuat. sangat pandai menebar berita yang belum tentu kebenarannya tanpa memikirkan dampak apakah baik atau jelek bagi masyarakat. gampang berbicara dihadapan khalayak dengan informasi yang masih diperdebatkan sehingga semakin membingungkan rakyat. yang mana intinya adalah sangat gampang membuat resah masyarakat.</p>
<p>Jadi sangat jelas bahwa memang sekarang ini walaupun banyak orang yang <em>pandai</em> (bertitel) namun sebenarnya kurang <em>cerdas</em>. lalu bagaimana kita menyikapi keadaan yang demikian, tentu anda bisa memikirkan secara mendalam. Anda sebenarnya bisa melihat siapa tokoh atau pejabat yang sepatutnya kita percaya ucapannya. Indikasinya bisa kita ketahui dari; ucapanya sangat jelas dan tidak membuat bingung masyarakat. yang disampaikan cenderung membuat suasana semakin rukun damai. perkataannya bisa dipercaya dan terpercaya. Buat apa pandai kalau tidak bijak. Jadi jangan semakin menambah buih di lautan negeri kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&amp;blog=1576786&amp;post=441&amp;subd=marsaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/12/28/buih-di-atas-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
