<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MAR_SAJA</title>
	<atom:link href="http://marsaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://marsaja.wordpress.com</link>
	<description>Mesem minangka tandane syukur</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 03:03:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='marsaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/785bc84deebd92d066dd2266f688c7ff?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MAR_SAJA</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Menjaga Kepercayaan</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/11/10/menjaga-kepercayaan/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/11/10/menjaga-kepercayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 03:03:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Coba bayangkan bagaimana rasanya jika anak sudah kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Anak  merasa bahwa kedua orang tuanya sudah cukup banyak melakukan kekhilafan, kesalahan dan perbuatan yang dimata anak bisa menurunkan kewibawaan. Anak merasa bahwa orang tuanya seolah-olah menjadi orang asing, yang intinya anak kurang percaya lagi terhadap perkataannya.
Semua itu bisa terjadi karena beberapa sebab. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=426&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Coba bayangkan bagaimana rasanya jika anak sudah kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Anak  merasa bahwa kedua orang tuanya sudah cukup banyak melakukan kekhilafan, kesalahan dan perbuatan yang dimata anak bisa menurunkan kewibawaan. Anak merasa bahwa orang tuanya seolah-olah menjadi orang asing, yang intinya anak kurang percaya lagi terhadap perkataannya.</p>
<p>Semua itu bisa terjadi karena beberapa sebab. Bisa saja orang tua menganggap bahwa anaknya tidak mengetahui kelakuan orang tua. Anak mudah dipermainkan. Anak mudah dikelabuhi untuk sekedar menutupi kekurangannya. Mereka menganggap bahwa anak tidak akan tahu setiap apa yang ada dalam benaknya. Anak tidak akan tahu apa yang akan diperbuatnya dengan orang lain. Padahal ada satu hal yang ada pada setiap anak yaitu bahwa mereka masih punya sifat yang polos dan satu lagi kejujuran.</p>
<p>Namun semua akan merasakan akibatnya jika terjadi masalah pada orang tua. Baik masalah intern antar orang tua, atau dengan orang lain. Dan jika sudah terjadi masalah maka biasanya akan ketahuan segala macam apa yang selama ini dirahasiakan kepada anaknya. Anak juga akan menjadi korban dari masalah orang tua tadi. Lalu bagaimana anda keluar dari masalah ini! Anda bisa memulainya dengan kembali menanamkan rasa kepercayaan kepada anak dengan secepatnya dengan cara terbuka dan mau mengakui bahwa selama ini yang dilakukan ternyata memang akibat dari ketidakjujuran. Sedikit kepercayaan yang bisa ditangkap oleh anak-anak maka akan menjadi secercah harapan anda untuk kembali hidup harmonis ditengah keluarga.</p>
<p>Pertanyaannya bagaimana jika situasi ini terjadi pada bangsa dan negara kita. Apalagi saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum. Siapa sebenarnya yang salah dan benar menurut hukum di negara ini? Maka mari kita kembalikan lagi seberapa besar sifat kejujuran diyakini sebagai sifat yang mulia di negeri ini</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=426&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/11/10/menjaga-kepercayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alam Juga Demo</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/11/02/alam-juga-demo/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/11/02/alam-juga-demo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang mengatakan jika hati manusia hidupnya tenang, maka alam pun juga ikut tenang. Pendek kata ada kesinambungan antara yang terjadi di alam ini dengan yang terjadi pada diri manusia. Karena pada dasarnya antara unsur alam dengan unsur manusia itu senyawa. Buktinya pada diri manusia juga terdapat unsur tanah, air, api, angin dan cahaya. Sedangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=422&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada yang mengatakan jika hati manusia hidupnya tenang, maka alam pun juga ikut tenang. Pendek kata ada kesinambungan antara yang terjadi di alam ini dengan yang terjadi pada diri manusia. Karena pada dasarnya antara unsur alam dengan unsur manusia itu senyawa. Buktinya pada diri manusia juga terdapat unsur tanah, air, api, angin dan cahaya. Sedangkan kita melihat yang terjadi di bumi kita khususnya di Indonesia seringkali terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, kebakaran, puting beliung, dll. Istilah kami sekarang ini alam juga demo! Karena apa?. Coba kita rasakan dengan  pendekatan &#8220;Rasa Pangrasa&#8221;</p>
<p>Sebab manusianya juga banyak yang demo!. Dari unsur tanahnya, banyak manusia sekarang ini yang gampang protes, tidak terima terhadap nasibnya. Padahal sifat tanah adalah &#8220;Nrimo&#8221; mau menerima apa yang dianugrahkan Sang Pencipta kepada hambanya. Ibarat sifat tanah, yang menerima dengan ikhlas baik ditanami apapun sampai didirikan suatu banngunan tanah pun tetap mau menerima. Manusia kurang pandai bersyukur terhadap nikmat yang diterimanya. Bayangkan kita menanam dengan sedikit benih padi saja tetapi hasilnya berlipat ganda. Sehingga ketika manusia kurang menyadari nikmat yang telah diterimanya maka kita akhirnya lupa dan gampang protes, seolah tidak mau menerima keberadaan nasibnya. Istilahnya &#8220;Kurang nrimo&#8221;. Makanya bumi yang kita pijak ini juga ikut-ikutan demo dengan cara tanah longsor dan juga gempa bumi.</p>
<p>Dari unsur air, mayoritas manusia sudah kehilangan sifat sucinya. Seperti sifat air yang suci dan mensucikan. Sebagian diri manusia jiwanhya sudah kotor, dan tidak lagi mampu bersuci secara utuh. memang jasad tubuh bisa disucikan tapi hatinya tetap kotor. Buktinya walaupun sudah bersuci, beribadah namun kelakuannya tetap negatif. Apalagi manusia sifatnya seperti air yaitu suci dan mensucikan. Mereka sangat jarang ditemui pada saat sekarang ini. Sehingga kalau di dunia ini sudah sangat jarang yang mau bersuci, maka alam pun juga akan menebarkan sifat sucinya yang tujuanya untuk membersihkan manusia, diantaranya dalam bentuk banjir bandang.</p>
<p>Dilihat dari unsur api, sebagian besar manusia kehilangan sifat beraninya tapi malang semakin pengecut dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Taruh contoh adanya pembalakan liar, korupsi merajalela, penggusuran yang cenderung radikal, dll. Ini menandakan bahwa manusia cenderung mengikuti sifat gampang marahnya tanpa bisa mengontrol. Sehingga jika kebanyakan orang marah tentu bukan kebaiakan atau keselamatan tetapi akan melahirkan kerusakan baik secara fisik maupun nonfisik. Orang tidak akan mampu mewujudkan sifat terpuji jika dalam pribadinya gampang marah atau suka menuruti jiwa pemarahnya. Tentu bisa kita rasakan kalau alam juga marah dengan bencana yang berupa kebakaran yang terjadi dimana-mana.</p>
<p>Keempat dari unsur angin, kita bisa merasakan bahwa angin bersifat jujur, apapun aroma di suatu tempat maka angin atau udara akan menunjukkan bau yang sebenarnya. Seperti itulah gambaran angin yang berarti jujur. memang kalau kita melihat tingkah polah manusia sekarang banyak yang hilang kejujurannya. Mereka tidak berani mengatakan yang sebenarnya atau mengakui yang sebenarnya. Akibat seperti ini maka alam juga akan menampakkan demonya dengan cara puting beliung, gimana?</p>
<p>Nah, kita tentunya bisa berpikir kembali kenapa alam demo, menurut kami karena mayoritas jiwa manusiananya juga gampang demo sehingga kehidupan kita selaras dengan kehidupan alam. Artinya jika kita ingin alam ini tenang, maka jiwa kita juga harus tenang. Jika menginginkan alam ini bermanfaat, maka tebarkan manfaat juga disekitar anda. dan jika anda menginginkan kedamaian di jagad ini maka marilah kita pupuk jiwa pengayom kita baik kepada keluarga maupun orang lain. Ini hanyalah sebuah tulisan yang mampu disampaikan untuk dipikirkan dan dirasakan secara lebih mendalam.</p>
<p>Pertanyaannya adalah jika di negara kita sedang terjadi konflik antara KPK dengan Polisi, maka apa yang akan terjadi di alam ini selanjutnya? Kami berpendapat jika para pemimpin bangsa masih berpegang teguh pada sifat kejujuran maka kedamaian yang akan diperoleh di negri ini, namun jika sebaliknya maka kita tunggu saja apa yang akan terjadi, waspadalah wahai saudaraku, JUJURLAH!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=422&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/11/02/alam-juga-demo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luhure Pakaryan</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/10/26/luhure-pakaryan/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/10/26/luhure-pakaryan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 07:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekal Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah perbincangan santai dengan teman, kami mencoba untuk membahas sebuah tema yang mana dapat meningkatkan &#8220;rasa pangrasa&#8221; kami. Karena kami berpendapat bahwa dalam menjalani kehidupan ini seharusnya setiap pribadi orang dapat membuat manfaat pada pribadinya dan orang lain. Untuk itu pada saat perbincangan santai tersebut, kami berusaha untuk mendiskusikan apa sebenarnya Pekerjaan Luhur Manusia itu. Dalam situasi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=419&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam sebuah perbincangan santai dengan teman, kami mencoba untuk membahas sebuah tema yang mana dapat meningkatkan &#8220;rasa pangrasa&#8221; kami. Karena kami berpendapat bahwa dalam menjalani kehidupan ini seharusnya setiap pribadi orang dapat membuat manfaat pada pribadinya dan orang lain. Untuk itu pada saat perbincangan santai tersebut, kami berusaha untuk mendiskusikan apa sebenarnya Pekerjaan Luhur Manusia itu. Dalam situasi yang penuh suasana &#8220;gayeng&#8221; tadi akhirnya kami menemukan jawaban dari diskusi kami, yaitu bahwa sebagai manusia yang masih memegang akal, pikir dan rasa ternyata yang disebut sebagai &#8220;Luhure Pakaryan&#8221; adalah <strong><em>Memayu Hayuning Praja</em></strong>. Adapun yang dimaksud memayu hayuning praja adalah <strong><em>Hambeg Paramatra</em></strong> atau <strong>mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi</strong>. </p>
<p>Memang pada saat sekarang ini, kalau kita membicarakan sebaiknya mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi adalah sesuatu yang mungkin ditertawakan. Sebab sekarang ini yang terpenting adalah kepentingan pribadi atau golongan dulu yang lebih diutamakan. Terbukti jika kita berdo&#8217;a biasanya yang diucapkan adalah banyak yang untuk kepentingan pribadi, misalnya &#8220;Berikanlah aku kesehatan, berikanlah aku rejeki yang melimpah, kabulkanlah segala keinginanku, dll&#8221;. Sangat jarang sekali yang mau mendo&#8217;akan orang lain bahkan umat.</p>
<p>Inilah sebenarnya cermin kepribadian manusia yang egois, individualis dan demi kepentingan pribadinya semata. Padahal jika kita menyadari bahwa kita juga sebagai makhluk sosial maka sudah seharusnya antar makhluk mempunyai rasa saling peduli, bukan cuek atau malah memusuhi dan menghina.</p>
<p>Mari kita gunakan waktu kita seefektif mungkin dengan mulai saat ini memulai sikap dan mental kita untuk &#8220;memayu hayuning praja&#8221; agar setiap apa yang kita kerjakan akan bernilai dan bermanfaat bagi yang lain, baik antar sesama manusia atau makhluk lain. Dan mohon ini digarisbawahi &#8220;Ketika kita mendoakan orang lain atau umat termasuk berbuat kebajikan dan bermanfaat bagi orang lain, maka hasilnya akan kembali pada pribadi yang mendoakan atau yang berbuat tadi&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=419&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/10/26/luhure-pakaryan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bencana Alam : Persiapan Diri</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/10/06/bencana-alam-persiapan-diri/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/10/06/bencana-alam-persiapan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 02:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Bencana alam seakan terus menerus mendera negeri ini. Yang terbaru adalah gempa bumi yang melanda pulau Sumatera. Banyak pendapat yang muncul pasca gempa. Mulai dari Indonesia termasuk daerah rawan gempa, tempat pertemuan tiga lempeng dunia, kontruksi bangunan yang dipertanyakan sampai kepada moral bangsa Indonesia yang sudah rusak. Terlepas dari asumsi sebagian rakyat Indonesia tersebut, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=417&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bencana alam seakan terus menerus mendera negeri ini. Yang terbaru adalah gempa bumi yang melanda pulau Sumatera. Banyak pendapat yang muncul pasca gempa. Mulai dari Indonesia termasuk daerah rawan gempa, tempat pertemuan tiga lempeng dunia, kontruksi bangunan yang dipertanyakan sampai kepada moral bangsa Indonesia yang sudah rusak. Terlepas dari asumsi sebagian rakyat Indonesia tersebut, yang seharusnya menjadi perhatian kita adalah? Bagaimana kalau peristiwa serupa terjadi pada daerah kita atau diri kita, itulah yang seharusnya dipikirkan dan dirasakan, sehingga kelak kita siap secara lahir dan batin.</p>
<p>Secara fisik tentunya segala macam persiapan yang berkaitan dengan evakuasi, penanganan dan infdrastruktur harus dipersiapkan semaksimal mungkin. Dan yang lebih penting adalah secara batin, maka pribadi kita mulai saat ini harus kita persiapkan menjadi orang yang beradab. Mulai dari sifat dan siakp perilaku, mari mulai saat ini kita tata agar kita benar-benar siap menghadapinya. Karena pada dasarnya kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diri kita. Berangkat dari semua itu maka modal yang paling pas bagi pribadi kita adalah berlaku JUJUR. Baik jujur kepada orang lain maupun jujur kepada diri sendiri dan tentunya kepada Yang Maha Pencipta.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=417&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/10/06/bencana-alam-persiapan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Lebaran : Pernak-Pernik Kata Maaf</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/09/30/indahnya-lebaran-pernak-pernik-kata-maaf/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/09/30/indahnya-lebaran-pernak-pernik-kata-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 03:04:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran tahun ini memang indah, berbagai ucapan selamat ber-Hari Raya dan ungkapan saling meminta maaf silih berganti berdatangan kepada kami dan sebaliknya. Termasuk ucapan via SMS, banyak sekali yang kami terima melalui HP. Dan berikut ini beberapa versi yang bisa kami sampaikan kepada para pembaca yang budiman :
Andai jemari tidak sampai berjabat. Jika raga tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=415&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lebaran tahun ini memang indah, berbagai ucapan selamat ber-Hari Raya dan ungkapan saling meminta maaf silih berganti berdatangan kepada kami dan sebaliknya. Termasuk ucapan via SMS, banyak sekali yang kami terima melalui HP. Dan berikut ini beberapa versi yang bisa kami sampaikan kepada para pembaca yang budiman :</p>
<p>Andai jemari tidak sampai berjabat. Jika raga tidak bisa bersua. Bila ada kata membekas luka. Semoga pintu maaf masih terbuka. Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin.</p>
<p>MENTARI syawwal bersinar lagi. Saatnya berSIMPATI sesama FREN. Agar BEBAS dari dosa. Menjadi muslim yang suci kembali dengan senyum HEPI dan CERIA. Taqoballahu Minna wa Minkum.</p>
<p>Dalam kerendahan hati terdapat ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta terdapat kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup terdapat keluasan ilmu. Dalam lautan khilaf terdapat samudera maaf. Selamaat Hari Raya &#8220;Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Selamat Idul Fitri 1430 mohon maaf lahir dan batin. Mudah-mudahan amal kita diterima Allah SWT dan ditambah rezeki serta keluarga kita sehat selalu.</p>
<p>Bila Idul Fitri adalah lentera, izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf. Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Mbah Marijan pancen ROSO. Ndek wingi menek klopo. Tibo nanging ora apo-opo. Senajan Idul Fitri kurang sedino. Sedoyo lupute, kulo nyuwun dingapuro.</p>
<p>Bila ada luka membekas lara. Ada kata merangkai dusta. Ada tingkah menoreh luka. Tangan diulur maaf diminta. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Mangan kupat karo koro. Menawi wonten lepat nyuwun ngapura.</p>
<p>Ketika mentari mulai bersinar lagi. Aku mendengar suara takbir. Sebulan penuh telah kita lewati segala cobaan dan rintangan. Inilah saatnya kita meraih kemenangan. Semoga di bulan yang fitri ini, kita semua mendapatkan segala berkah dari Allah SWT. Amiin-amiin ya robbal &#8216;alamin. Mohon maaf ya atas semua kesalahan yang pernah kuperbuat.</p>
<p>Putri raja telah menanti sang pangeran yang sedang berburu di hutan. Ini lebaran yang dinanti. Jika ada salah dan khilaf mohon dimaafkan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H taqobalallahu minna wa minkum taqobbal ya kariim.</p>
<p>Ngaturaken sedoyo kalepatan mugi-mugi ing dinten fitri meniko Allah tansah paring ridho pangapunten ugi hanampi sedoyo ibadah wonten Ramadhan meniko, amiin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.</p>
<p>Taqobbalallahu minna wa minkum taqobbal yaa kariim. Mohon maaf lahir dan batin. Kita ikhlaskan dan bersihkan hati.</p>
<p>Kesalahan kan terukir tiap detik. Kesalahan kadang membuahkan luka terdalam. Dosa yang tak ternilai banyaknya telah ku perbuat. Di hari yang fitri ini, tiada kata terbaik selain kata maaf dariku. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Idul Fitri 1430 H.</p>
<p>Telah tiba jejakku di bumi yang ditasbihkan. Telah tiba hatiku di negri yang difitrikan. Maaf untuk segala gundah yang pernah tercipta. Semoga Allah tetap melindungi hambanya menjalin tali silaturahmi. Seia dalam satu jembatan. Satu doa menuju surga. Di hari yang fitri ini kami sekeluarga mengucapkan Taqobbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Taqobbalallahu minna wa minkum taqobbal yaa kariim. Semoga seluruh amal ibadah kita terutama di bulan Ramadhan diterima dan mendapat ridho Allah Ta&#8217;ala dan kita kembali fitrah.</p>
<p>Manungso iku anggone salah. Pramilo wonten Tatar, Tutur lan Titi kulo saklami meniko wonten ingkang salah, kulo namung saget ngaturaken agenging samudro pangaksami.</p>
<p>Indah memang jika kata maaf tak sekedar ungkapan tanpa makna. Lebih indah jika ungkapan jiwa lebur bersama segala tingkah laku, sikap dan ucapan kita. Tiada yang lebih indah kecuali jika segalanya atas nama Yang Maha Segala. Di hari nan indah penuh makna ini tiada yang mampu terucap  dan terungkap selain&#8230;. Taqobbalallahu minna wa minkum Shiyamana wa shiyaminkum, kullu amin wa antum bi khoir. Sama-sama lebur segala resah yang membuncah karena rasa salah. Maaf lahir batin ye.</p>
<p>Taqobbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dalam ramadhan ini. Membukakan untuk kita pintu taubat, gerbang hidayah dan gudang rizkiNya. Selamat hari raya idul fitri 1430 H Mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Selamat Idul Fitri 1430 H. Taqobbalallahu minna wa minkum. Shiyamana washiyaminkum, Waja&#8217;alanallah waiyyakum. Minal aidin wal faidzin walmaqbulin. Mohon maaf lahir dan batin.indah dan perbuatan termulia selain &#8220;MAAF dan SALING MEMAAFKAN&#8221; Yaa Allah&#8230; berkahilah saudaraku dengan RahmatMu. Iringi langkah mereka dengan ridhoMu. Lindungi dan kuatkan mereka dari ujianMu. Muliakan mereka dengan dengan syafa&#8217;at RosulMu. Serta terimalah sholat, dzikir, tilawah, i&#8217;tikaf , juga sedekahnya selama bukan Ramadhan tahun ini. Amiin&#8230;.3X yaa robbal &#8216;alamiin.</p>
<p>Meniti hari menabur khilaf, menyongsong fitri menuai maaf. Semoga tiada sisa khilaf dan dosa. Taqobbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum. Selamat Idul Fitri.</p>
<p>Sebelum gemerlap bintang menyambut esok datang hari kemandangmenangan. Sebelum pancaran pesta kembang menghiasi langit di angkasa. Sebelum kumandang takbir menyeru kita semua. Marhaban ya ramadhan. Segenap hati mohon keikhlasan. Maaf bila selama ini ada kesalahan yang diperbuat, baik disengaja ataupun tidak. karena belum tentu di hari lebaran ini kita bisa dipertemukan. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>Pesawat Syiam Air telah mengudara meninggalkan ramadhan dengan nomor penerbangan 1430 H. Kuatkan sabuk pengaman dengan keimanan dan ketakwaan agar diri tidak terguncang. Selamat hari raya Idul fitri mohon maaf lahir dan batin.</p>
<p>The Holy and beatiful Syawwal  will come soon. There is no word propre to welcome it. Except the word of pray and forgiveness. My Majesty if you forgive all my fault. And hope your worship accepted by Allah. The God of Merciful and the Beneficent. Minal aidin wal faidzin.</p>
<p>Allahuakbar Walillahilhamdu. Gema takbir berkumandang menyambut 1 syawwal. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga menjadi hamba yang lebih bertaqwa.</p>
<p>Alhamdulillah, itulah beberapa ucapan selamat hari raya dan ungkapan doa serta maaf dari keluarga, saudara, teman, murid, dan sahabat, serta kolega. Amin ya robbal &#8216;alamin.</p>
<p>Tiada pemberian ter</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=415&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/09/30/indahnya-lebaran-pernak-pernik-kata-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata Kita &#8220;Senyawa&#8221;</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/09/01/ternyata-kita-senyawa/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/09/01/ternyata-kita-senyawa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 03:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Paparan ini sengaja kami syiarkan kepada khalayak umum, yang mana momentumnya sangat pas bertepatan di bulan penuh rahmah dan maghfirah yaitu bulan suci Ramadhan. Berangkat dari rasa keprihatinan kami mengenai perilaku umat manusia yang ternyata tidak semakin rukun tetapi malah semakin individualis, rasa ketidakpedulian, saling bersaing dan menjatuhkan, saling membenci dan gampang merusak bahkan membunuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=413&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Paparan ini sengaja kami syiarkan kepada khalayak umum, yang mana momentumnya sangat pas bertepatan di bulan penuh rahmah dan maghfirah yaitu bulan suci Ramadhan. Berangkat dari rasa keprihatinan kami mengenai perilaku umat manusia yang ternyata tidak semakin rukun tetapi malah semakin individualis, rasa ketidakpedulian, saling bersaing dan menjatuhkan, saling membenci dan gampang merusak bahkan membunuh antar sesama manusia. Tidak hanya kepada manusia saja perilaku tidak bermoral tersebut   bahkan kepada makhluk lain, seperti alam ini manusia juga berlaku seenaknya hanya mengejar keuntungan semata tanpa mempedulikan keberlangsungan alam itu sendiri. Inilah yang mengilhami penulis mengangkat tema tersebut di atas bahwa pada dasarnya kita ternyata &#8220;<strong>Senyawa</strong>&#8220;. Apa buktinya? <span id="more-413"></span>Kami menulis tema ini berdasarkan pendekatan alam semesta ini kaitanya dengan alam pribadi. Dan ini kami peroleh dari renungan yang mendalam selama bulan puasa kali ini, kami temukan dari &#8220;Roso Pangroso&#8221; terhadap fenomena alam raya dan alam jati diri. Tentunya anda berhak memberikan saran atau komentar, senyampang ini masih sebatas dalam diskusi yang kondusif dan konstruktif.</p>
<p>Pendekatan yang kami gunakan adalah bahwa dalam jagad alam raya ada beberapa unsur diantaranya adalah <em>Matahari, Bulan, Bintang, Bumi dan Angin</em>. Kami mencoba mengaitkan kelima unsur alam di atas dengan yang ada dalam setiap pribadi manusia. Karena manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk lain, inilah termasuk salah satu argumen penulis untuk mencoba lebih merenungi kembali apa bukti bahwa kita makhluk yang sempurna.</p>
<p><em>Pertama</em> <em>Matahari</em>. Matahari dalam alam semesta berfungsi sebagai sumber cahaya yang mana dapat menjadikan segala apa yang ada di alam ini akhirnya hidup. Tanpa sinar matahari maka alam ini juga akan mati. Berkat sinar matahari tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi mampu hidup sesuai kapasitasnya. Kaitanya dengan pribadi manusia, ternyata yang sebenarnya hidup itu adalah Ruh atau Roh kita. Ruh itu sendiri pada dasarnya adalah cahaya atau Nur. Berarti yang sesungguhnya hidup dalam diri manusia adalah ruh dan itu juga berlaku untuk makhluk lain.</p>
<p><em>Kedua</em> <em>Bulan</em>. Coba anda perhatikan bahwa bulan akan memancarkan sinarnya hanya pada malam hari dan itu merupakan pantulan dari sinar matahari. kalau sinar matahari cenderung hangat atau panas. maka kalau bulan sinarnya terasa dingin. yang lebih penting bulan mampu memberi penerangan ketika jagad dalam kondisi gelap atau malam. Adapun fungsi bulan dalam jasad manusia terletak pada Hati. Karena hati yang sucilah yang mampu memberikan terangnya kehidupan ini. Jika hatinya baik maka baiklah sikapnya dan sebaliknya. Karena hati yang bersihlah yang mampu memberikan penerangan di tengah dunia yang semakin bingung ini. Siapa yang hatinya tetap bersih, suci maka hidupnya akan terang dan mampu menerangi di sekitarnya. Tapi jika bulan tertutup oleh mendung maka gelaplah dunia ini. Jika hati manusia terselimuti oleh urusan dunia semata, maka hidupnya akan gelap, bingung entah kemana dan tidak memiliki tujuan hidup.</p>
<p><em>Ketiga</em> <em>Bintang</em>. Bintang juga akan bercahaya di kala malam hari. Dan jika bintang-bintang bercahaya maka tentu suasana dunia di malam hari akan terasa indah. Siapapun akan suka melihat germerlap bintang-bintang di angkasa. Seperti itulah jika bintang-bintang dalam pribadi manusia bercahaya maka siapapun akan senang melihatnya. Jika akal pikirnya memancar dengan terang maka akan lahir pikiran-pikran yang sangat menakjubkan. Akan lahir otak-otak yang brilian, yang mampu memajukan khidupan di dunia ini. Ya bintang dalam pribadi manusia berarti terletak pada otak atau akal pikir. Siapa yang mampu berpikir cerdas, maka tentu manfaat yang akan didapatkan. Siapa yang mampu berpikir positif maka suasana terbaiklah yang akan diperoleh. Jika akal pikir semua manusia memancarkan kebaikan maka dunia akan seindah suasana di malam hari yang dihiasai bintang-bintang gemerlapan.</p>
<p><em>Keempat</em> <em>Bumi</em>. Bumi adalah salah satu planet yang dianugerahi kehidupan. Berkat bumi semua makhluk yang hidup diatasnya mampu melangsungkan hidupnya. Jika bumi dimanfaatkan maka akan menumbuhkan segala keberkahan atas penghuninya. Namun sebaliknya jika bumi dirusak atau disia-siakan maka bencana akibatnya. Begitu pula pada diri manusia. Jika perut anda dijaga dengan baik maka jasad akan tumbuh sebagaimana mestinya. Jika makanan yang dimakan bergizi maka pertumbuhan jasad akan bagus, namun jika tidak diberi konsumsi nutrisi dan asupan gizi maka tubuh tidak akan tubuh dengan sempurna. Jika dalam perut kita yang mendominasi adalah nafsu makan yang berlebihan, maka penyakit yang akan diperoleh. Seperti itulah gambaran bumi dalam jasad kita. Siapapun yang mampu menjaga secara seimbang maka tentu tubuh akan sehat dan bugar. Tentunya dengan pola makan yang teratur, nutrisi yang cukup dan olah raga yang cukup.</p>
<p><em>Terakhir Angin</em>. Ya angin inilah yang sebenarnya membuktikan bahwa kita &#8220;Senyawa&#8221; dengan makhluk lain. Jika dalam jagad alam raya ada angin yang berhembus, maka dalam pribadi manusia kita juga terdapat angin atau nafas. Dan karena adanya angin inilah kita mampu bernafas agar kelangsungan hidup tetap terjaga. Jika kita tidak bernafas berarti kita mati. Nafas inilah yang disebut sebagai &#8220;Nyawa&#8221; Coba anda perhatikan bahwa manusia memiliki tiga unsur yaitu Ruh, Nyawa, dan Jasad. Jika nyawa kita dicabut maka jasad akan mati tetapi ruh tetap hidup di alamnya. Dan ingat yang akan bertanggung jawab nanti di hari kiyamat nanti adalah yang hidup itu sendiri yaitu Ruh. karena sifat ruh sendiri adalah hidup. Dan kita tentunya paham bahwa alam raya diciptakan karena adanya Nur Muhammad atau cahaya kehidupan. Yang mana masing-masing makhluk pada dasarnya mempunyai ruh kehidupan yang pada dasarnya sama karena semuanya berasal dari unsur satu yaitu Nur Muhammad. Dan karena nur inilah alam beserta isinya diciptakan.</p>
<p>Nah kaitannya dengan ternyata kita senyawa adalah bahwa Nyawa kita memang unsurnya sebenarnya sama dengan nyawa makhluk yang lain. Maka sebutannya pada dasarnya setiap makhluk itu &#8220;Senyawa&#8221;. Apalagi ruh kita juga berasal dari ruh yang sama. Yang membedakan kita dengan makhluk lain adalah derajat ketaqwaan setiap makhluk. Tulisan ini sengaja kami sampaikan agar sebagai manusia yang sempurna kita secara sadar mengenai jati diri kita bahwa pada dasarnya kita senyawa. Lalu apa alasan kita hidup di dunia ini jika tidak rukun, tentunya ironis dong. Maka perilaku rukun itu tetunya menjadi sifat dasar hidup kita sebagai makhluk sosial. Bagaimana caranya? Kita bisa mulai dengan selalu berpikir positif dan menganggap bahwa kita semua pada dasarnya saudara karena kita senyawa.</p>
<p>Jadi sudah saatnya kita berpikir kembali dan penuh hati-hati jika berbuat sesuatu baik dari perkataan maupun perbuatan. Jangan sampai kita gampang berbuat angkara murka jika pada dasarnya kita bersaudara. Jangan gampang merusak alam jika kita sebenarnya senyawa dan saling membutuhkan. Coba anda pikirkan sekali lagi betapa murahnya bumi ini menumbuhkan segala macam yang manusia tanam di bumi ini. Dengan segala fasilitasnya bumi merelakan tempatnya untuk kita gunakan menjalani hidup. Sudah sepantasnya kita menjaga bumi dengan sebaik-baiknya dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=413&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/09/01/ternyata-kita-senyawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi Klaim Negara Jiran</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/24/refleksi-klaim-negara-jiran/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/24/refleksi-klaim-negara-jiran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 01:44:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai bangsa yang besar, kita kecolongan lagi. Salah satu hasil budaya bangsa yaitu Tari Pendet baru-baru ini diklaim oleh negara tetangga kita sendiri. Akibat klaim tersebut tentu membuat marah orang Indonesia. Di berbagai wilayah muncul aksi demo menentang klaim Malaysia, terutama warga Bali yang mana budaya Tari Pendet berasal dari wilayah tersebut. Sebenarnya peristiwa klaim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=411&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagai bangsa yang besar, kita kecolongan lagi. Salah satu hasil budaya bangsa yaitu Tari Pendet baru-baru ini diklaim oleh negara tetangga kita sendiri. Akibat klaim tersebut tentu membuat marah orang Indonesia. Di berbagai wilayah muncul aksi demo menentang klaim Malaysia, terutama warga Bali yang mana budaya Tari Pendet berasal dari wilayah tersebut. Sebenarnya peristiwa klaim budaya tidak hanya terjadi kali ini saja. Sudah beberapa kali diantaranya Kesenian Wayang Kulit, Lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo dan yang terbaru adalah Tari Pendet dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia. Reaksi bangsa Indonesia juga pada dasarnya sama, yaitu bereaksi keras menentang yang selanjutnya pemerintah akan menindaklanjuti dalam bentuk nota protes ke pemerintah Malaysia. Akhirnya Malaysia meresponnya dengan tidak menayangkan iklan itu lagi. <span id="more-411"></span></p>
<p>Dari sebagaian warga negara Indonesia ada yang mengusulkan supaya budaya kita tidak diklaim lagi oleh negara tetangga, maka sebaiknya segera dibuatkan hak paten. Itu adalah kasus dalam sekup nasional, yang mana akibat klaim negara tetangga itu rakyat menunjukkan rasa nasionalismenya dengan membela harta budaya dan hak Indonesia. Kita sebagai rakyat sebenarnya bangga kepada mereka yang berani membela ketika hak-haknya diklaim oleh negara lain terutama budaya. Namun kami akan lebih bangga lagi jika pemerintah mampu segera mencarai solusi pasti akan nasib budaya kita dan tentunya juga produk asli bangsa Indonesia baik berupa makanan, barang, dll.</p>
<p>Marilah kita berpikir lebih luas agar kepentingan-kepentingan nasional kita jangan mudah diremehkan oleh negara lain, apalagi sampai mereka berani mengklaimnya. Marilah kita ambil hikmahnya agar peristiwa klaim-klaim tersebut tidak sampai terjadi lagi. Bagaimana caranya? Menurut hemat kami dengan cara &#8220;menghargai budaya bangsa asli Indonesia yang luhur tersebut&#8221; Karena kami yakin jika kita mampu menghargai budayanya sendiri maka kehormatanlah yang akan kita peroleh.  Mari kita jadikan pelajaran yang penting bahwa suatu saat jika kita tidak mampu merawat dan melestarikan budaya luhur tersebut, maka bisa saja negara lain akan mengklaim lagi entah itu budaya atau produk khas bangsa Indonesia.</p>
<p>Yang lebih buruk adalah apabila di masyarakat kita ada pandangan yang lebih mementingkan budaya bangsa lain, dengan cara langsung menirunya tanpa dicerna lebih dulu apakah berpengaruh jelek atau baik. Coba kita berpikir lagi apakah kebiasaan atau budaya yang kita tiru itu pantas atau tidak. Contoh <em>cara berpakaian</em> saja, apakah yang dipakai itu pantas bagi pribadi kita (maaf, seperti berpakaian dengan memperlihatkan sebagian aurotnya) yang mana dalam masyarakat kita karena itu dilakukan bersama-sama atau sebagian besar kalangan akahirnya dianggap sesuatu yang lumrah dan pantas. Selanjutnya <em>Cara Makan/Minum</em>, apakah dengan berdiri itu pantas, bukankah budaya asli kita sangat santun ketika sedang makan, kecap saja tidak boleh apalagi berbicara. Ketiaga dari cara berbicara, banyak anak muda sekarang ketika berbicara dengan orang tua mereka berlaku kurang sopan, seenaknya sendiri membuat istilah. Nah dari ketiga contoh diatas tentu itulah yang sebenarnya termasuk kurang &#8220;menghargai budaya sendiri&#8221; malah bangga mecontoh budaya yang sama sekali tidak cocok dengan budaya kita.</p>
<p>Termasuk yang kurang bisa menghargai budaya sendiri adalah dengan mencela dan menjelek-jelekan buadaya asli bangsa kita dengan menghina budaya kita. Mereka beranggapan bahwa budaya bangsa kita  banyak yang bertentangan dengan agama yang mereka anut. Contoh kecil Wayang Kulit, mereka menganggapnya budaya dari India atau tidak ada artinya. Padahal Wayang adalah salah satu budaya yang ada pelajaran luhurnya karena disitu berisi gambaran sifat dan perilaku manusia di dunia. Dengan itu kita bisa memilih mana sifat yang baik dan yang buruk bagi pribadi kita.</p>
<p>Oleh karena itu marilah kita berpikir lebih mendalam lagi, agar jangan sampai budaya kita diremehkan lagi oleh negara tetangga apalagi dengan alasan untuk komersialisasi. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan cara menghargai diri sendiri, budaya sendiri dan melestarikan untuk diambil hikmahnya. Yang lebih penting jangan kita menyikapi klaim Malaysia tersebut dengan emosional dan gegabah apalagi sekarang kita di bulan suci, bulan Ramadhan. Bulan yang dimana semua manusia yang beriman kepada Sang Maha Pencipta sedang menjalankan ibadah suci yaitu Puasa Ramadhan. marilah  kita sikapi dengan hati yang jernih dan tetap mengutamakan musyawarah dengan negara tetangga kita, karena pada dasarnya mereka adalah saudara kita. Coba anda bayangkan jika anda mempunyai masalah dengan tetangga, apakah anda akan bertindak emosional. tentu pertengkaran yang akan lahir. Namun jika mampu diselesaikan dengan hati dingin dan musyawarah tentu kita akan tetap hidup rukun dan tetap bertetangga. Amiin.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=411&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/24/refleksi-klaim-negara-jiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Berbicara Jika Tidak Tahu</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/jangan-berbicara-jika-tidak-tahu/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/jangan-berbicara-jika-tidak-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 04:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah fakta yang menarik untuk dicermati yang terjadi disekitar kita sehari-hari. Fakta tersebut adalah informasi apapun yang terjadi detik itu maka akan segera menyebar secepat informasi tersebut muncul. Memang sekarang ini media perannya sangat besar utamanya dalam menyampaikan segala macam informasi, terutama fakta yang terjadi di lingkungan kita yang dianggap berdampak besar bagi sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=404&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada sebuah fakta yang menarik untuk dicermati yang terjadi disekitar kita sehari-hari. Fakta tersebut adalah informasi apapun yang terjadi detik itu maka akan segera menyebar secepat informasi tersebut muncul. Memang sekarang ini media perannya sangat besar utamanya dalam menyampaikan segala macam informasi, terutama fakta yang terjadi di lingkungan kita yang dianggap berdampak besar bagi sebuah pemberitaan. Nah, agar kita memperoleh informasi atau menyebarkan informasi sebenarnya ada prasyarat yang harus dipenuhi yaitu &#8220;<em>Jangan berbicara jika tidak tahu</em>&#8220;. Artinya Kita boleh berbicara jika memang tahu kebenarannya. Disini jelas bahwa dalam berbicara itu ada aturan yang jelas yang patut diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar informasi yang disampaikan kepada orang lain atai pihak lain mempunyai kebenaran yang sesungguhnya, artinya data bisa dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Ingat lidah lebih tajam dari pada pedang, atau perkataan ibarat anak panah yang melesat dari busurnya. Bahwa perkataan bisa berdampak luar biasa bagi orang lain maka kita harus lebih hati-hati sehingga apa yang kita sampaikan bermanfaat apa malah menyebabkan keresahan di kalangan umat. Coba perhatikan gara-gara gosip kehidupan rumah tangga bisa berantakan. Karena kesalahan informasi rencana yang telah tersusun bisa gagal total, dll. Anda bisa memperhatikan peristiwa dilingkungan anda, bisa di sekolah, di tempat kerja, kantor-kantor atau tempat lain. Di tempat-tempat tersebut berita apapun bisa dibicarakan seramai berita itu ada bahkan bisa lebih ramai lagi jika dibicarakan secara bersama-sama.</p>
<p>Namun sebagai manusia yang berakal sehat, janganlah kita gampang mempercayai setiap informasi tanpa mengetahui kebenaran pastinya. karena jika berita itu kita berikan kepada orang lain dan oleh orang lain tersebut disebarkan maka beritanya tentu akan semakin bias. Kalau sudah begitu siapa yang mau bertanggung jawab. Bukankah akan lebih baik lagi jika kita hanya berbicara berdasarkan fakta dan tanpa rekayasa atau istilahnya berita yang kita sampaikan berlandaskan kebenaran dan kejujuran tanpa merugikan pihak lain.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=404&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/jangan-berbicara-jika-tidak-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pejuang Sejati</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/pejuang-sejati/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/pejuang-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 03:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Begitu pentingnya sejarah bagi kehidupan kita. Bahkan Bung Karno pernah mengungkapkan &#8220;Jas Merah&#8221; jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ya, dari sejarahlah kita sebenarnya bisa mengacu perjalanan hidup kita, hidup bangsa. Coba kita tengok pada saat masanya Kerajaan Majapahit. Awal-awal perjuangan mendirikan Majapahit, semua pejuang dengan gagah berani memperjuangkan berdirnya kerajaan Majapahit. Mereka bersatu pada membela kepentingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=408&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Begitu pentingnya sejarah bagi kehidupan kita. Bahkan Bung Karno pernah mengungkapkan &#8220;Jas Merah&#8221; jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ya, dari sejarahlah kita sebenarnya bisa mengacu perjalanan hidup kita, hidup bangsa. Coba kita tengok pada saat masanya Kerajaan Majapahit. Awal-awal perjuangan mendirikan Majapahit, semua pejuang dengan gagah berani memperjuangkan berdirnya kerajaan Majapahit. Mereka bersatu pada membela kepentingan kerajaan. Namun ketika Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja pertama dan mulai menyusun pemerintahannya, disinilah mulai muncul riak-riak persoalan itu. Ya, karena jabatan dalam kekuasaan akhirnya pecah persoalan di Majapahit. Ranggalawe yang merasa berjasa besar dalam pejuangan Majapahit tidak terima jika hanya dijadikan adipati di Tuban. Ranggalawe akhirnya memberontak pada rajanya tetapi pada akhirnya pemberontakan itu dapat ditumpas. Padahal kita tahu bahwa Ranggalawe punya jasa besar dalam perjuangan untuk kerajaan Majapahit. Namun karena merasa memiliki jasa besar dan berhak menduduki jabatan akhirnya dia lupa pada tata krama politik, bahwa yang menentukan posisi jabatan tetap keputusan Raja.</p>
<p>Sekian ribu tahun peristiwa itu terjadi lagi, tepatnya ketika proklamasi kemerdekaan berhasil dikumandangkan di Negara Indonesia oleh para tokoh bangsa. Pasca peristiwa itu tentu dalam suatu negara pasti dibentuk alat kelengkapan negara. Baik presiden dan wakilnya, para menteri, TNI dan kelengkapan yang lainnya. Di sinilah peristiwa Majapahit kembali muncul. karena merasa tidak puas dengan pembagian jatah kekuasaan, akhirnya mereka yang merasa berjasa besar terhadap kemerdekaan berani memberontak pada negara yang mereka bela pada saat melawan bangsa penjajah.</p>
<p>Pasca reformasi peristiwanya juga hampir sama saja, mereka yang merasa berjasa pada saat reformasi berteriak lantang meminta jabatan di kekuasaan. Pasca pemilu juga hampir sama pasca pilpres mereka yang merasa berjuang di koalisi yang mendukung calon yang menang, berteriak secara lantang  meminta jabatan politik di pemerintahan, padahal presiden terpilih belum dilantik. Bukankah peristiwa yang terjadi sekarang ini sebenarnya peristiwa yang berulang-ulang dalam perjalanan sejarah bangsa.</p>
<p>Pertanyaannya, dimanakah para pejuang sejati negeri ini ada, dimanakah mereka? Sungguh jikalau masih ada merekalah yang patut dan pantas menjadi pemimpin kita, bukan para pencari jabatan apalgi pengemis jabatan. Lalu siapakah sebenarnya sosok pejuang sejati itu? Ini yang perlu menjadi renungan kita bersama. Apakah mereka yang ketika berjuang seolah-olah ikhlas namun setelah menang ternyata mengaku yang paling besar jasanya atau yang merasa paling pantas mendapatkan jabatan. Tentu bukan sosok seperti itu, Jika itu yang disebut sebagai pejuang sejati. Berarti negara ini masih dikuasai oleh segelintir orang yang merasa berjasa besar atau merasa pantas memangku jabatan.</p>
<p>Lalu pejuang sejati itu saeperti apa? Merekalah para pejuang yang sesungguhnya. Tidak hanya para pejuang kemerdekaan, akan tetapi pejuang-pejuang hidup yang menasbihkan amalnya demi kemanfaatan dan kemaslahatan umat, bangsa dan negara secara ikhlas dan rela tanpa merasa mengaku dirinyalah yang paling berjasa. Pejuang jenis inilah yang sebenarnya hanya mendamar bhaktikan hidupnya untuk menjalani perintah Tuhan Semesta Alam, Karena dialah Yang Maha Menguasai yaitu Allah SWT.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=408&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/pejuang-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme = Ilmu Sepeda</title>
		<link>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/nasionalisme-ilmu-sepeda/</link>
		<comments>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/nasionalisme-ilmu-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 03:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marsaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://marsaja.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, ada 3 tahapan penting yang terjadi di negeri ini kaitannya dengan konsep nasionalisme. Tiga tahapan tersebut adalah pergerakan-pergerakan nasional yang terjadi di negara ini. Pertama, berdirinya organisasi kebangsaan yang pertama yaitu &#8220;Budi Utomo&#8221; tahun 1928. Budi Utomo dianggap sebagai organisasi yang pertama berorientasi kebangsaan atau yang lebih dikenal sebagai kebangkitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=405&subd=marsaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, ada 3 tahapan penting yang terjadi di negeri ini kaitannya dengan konsep nasionalisme. Tiga tahapan tersebut adalah pergerakan-pergerakan nasional yang terjadi di negara ini. Pertama, berdirinya organisasi kebangsaan yang pertama yaitu &#8220;Budi Utomo&#8221; tahun 1928. Budi Utomo dianggap sebagai organisasi yang pertama berorientasi kebangsaan atau yang lebih dikenal sebagai kebangkitan nasional. Kedua, adanya ikrar bersama oleh beberapa perwakilan pemuda di seluruh Indonesia dalam bentuk konggres pemuda yaitu yang terkenal dengan sebutan &#8220;Sumpah Pemuda&#8221; tahun 1928. Ketiga, adanya perjuangan rakyat baik secara fisik maupun nonfisik, yaitu pada tahun 1945. dan pada tahun inilah terjadi puncak perjuangan bangsa, yang mana bangsa Indonesia berhasil mencapai kemerdekaan dengan dikumandangkannya &#8220;Proklamasi Kemerdekaan&#8221;. Ketiga tahapan pergerakan nasional inilah kita dapat melihat secara lebih mendalam, bahwa Nasionalisme memang berperan penting dalam mempersatukan potensi bangsa ini. Yang mana dari nasionalisme tersebut rakyat Indonesia mampu mencapai kemerdekaan yang telah lama diidam-idamkan rakyat. Ya, memang kita patut bersyukur atas keberhasilan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Karena kemerdekaan memang bukan pemberian bangsa penjajah akan tetapi karena usaha perjuangan rakyat Indonesia dan atas berkat rahmat Allah SWT. <span id="more-405"></span></p>
<p>Namun selalu saja ada persoalan yang muncul di setiap peristiwa besar tersebut. Setelah proklamasi kemerdekaan, persoalan yang muncul adalah berlomba-lomba mengaku bahwa dirinyalah yang paling banyak jasanya. Sehingga ketika para pejuang itu tidak terakomodasi semua di pemerintahan yang baru, maka mereka lupa terhadap makna perjuangan itu sendiri. Sehingga di beberapa daerah muncul pemberontakan-pemberontakan yang sebenarnya juga dilakukan oleh para pejuang itu sendiri.</p>
<p>Pasca reformasi yang terjadi juga hampir sama, sebelumnya mereka kompak menyuarakan aspirasi rakyat. Tetapi setelah itu akhirnya kelihatan topengnya siapa yang benar-benar berjuang dan yang hanya menjadi benalu bangsa.</p>
<p>Ada pola yang sama yang terjadi pasca peristiwa besar tersebut, yaitu munculnya gerakan golongan kiri dan kanan. Jika pasca kemerdekaan yang muncul adalah terjadinya polarisasi gerakan, yang kanan adanya pergerakan DI/TII sedangkan yang kiri munculnya G 30 S/PKI. Pasca reformasi pola yang terjadi adalah yang kanan muncul kelompok teroris dan yang kiri juga ada walaupun belum muncul dengan jelas.</p>
<p>Jika memang pola-pola yang terjadi sebenarnya sama, lalu apa yang sebenarnya cocok untuk bangsa ini. Jawabannya hanya satu yaitu konsep nasionalisme sejati. Konsep nasionalisme sejati tersebut pada dasarnya bisa kita ambil dari pendekatan &#8220;Ilmu Sepeda&#8221;. Maksudnya adalah jika kita bersepeda maka tangan kita akan memegang setir kanan dan setir kiri, namun angan-angan kita atau pandangan kita tetap akan melihat di tengah atau ke depan, bukan setir kanan atau setir kiri. Jika pengendara sepeda ingin selamat maka, dia harus tetap berpandangan ke tengah atau kedepan. namun jangan lupa antara kanan dan kiri tetap kita jaga.</p>
<p>Begitulah sebenarnya konsep nasionalisme menurut kami. Siapapun para pemimpin bangsa ini jika yang jadi pedoman adalah konsep tengah, maka kemakmuranlah yang akan dicapai. Namun jika yang jadi pedoman adalah hanya yang di kanan atau di kiri saja maka dia tidak akan berjalan dengan stabil. Apalagi jika golongan kanan dan kiri sengaja dibenturkan maka kerusakan dan kekacauanlah yang akan terjadi. Adapun konsep nasionalisme sejati tersebut sebenarnya sudah ada pada bangsa Indonesia sejak Pancasila dijadikan dasar, pandangan, dan ideologi bangsa Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/marsaja.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/marsaja.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/marsaja.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/marsaja.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/marsaja.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/marsaja.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/marsaja.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/marsaja.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/marsaja.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/marsaja.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=marsaja.wordpress.com&blog=1576786&post=405&subd=marsaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://marsaja.wordpress.com/2009/08/17/nasionalisme-ilmu-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3357fc4e4182b8f98feeda25de18067a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">marsaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>