Dalam sebuah perbincangan santai dengan teman, kami mencoba untuk membahas sebuah tema yang mana dapat meningkatkan “rasa pangrasa” kami. Karena kami berpendapat bahwa dalam menjalani kehidupan ini seharusnya setiap pribadi orang dapat membuat manfaat pada pribadinya dan orang lain. Untuk itu pada saat perbincangan santai tersebut, kami berusaha untuk mendiskusikan apa sebenarnya Pekerjaan Luhur Manusia itu. Dalam situasi yang penuh suasana “gayeng” tadi akhirnya kami menemukan jawaban dari diskusi kami, yaitu bahwa sebagai manusia yang masih memegang akal, pikir dan rasa ternyata yang disebut sebagai “Luhure Pakaryan” adalah Memayu Hayuning Praja. Adapun yang dimaksud memayu hayuning praja adalah Hambeg Paramatra atau mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
Memang pada saat sekarang ini, kalau kita membicarakan sebaiknya mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi adalah sesuatu yang mungkin ditertawakan. Sebab sekarang ini yang terpenting adalah kepentingan pribadi atau golongan dulu yang lebih diutamakan. Terbukti jika kita berdo’a biasanya yang diucapkan adalah banyak yang untuk kepentingan pribadi, misalnya “Berikanlah aku kesehatan, berikanlah aku rejeki yang melimpah, kabulkanlah segala keinginanku, dll”. Sangat jarang sekali yang mau mendo’akan orang lain bahkan umat.
Inilah sebenarnya cermin kepribadian manusia yang egois, individualis dan demi kepentingan pribadinya semata. Padahal jika kita menyadari bahwa kita juga sebagai makhluk sosial maka sudah seharusnya antar makhluk mempunyai rasa saling peduli, bukan cuek atau malah memusuhi dan menghina.
Mari kita gunakan waktu kita seefektif mungkin dengan mulai saat ini memulai sikap dan mental kita untuk “memayu hayuning praja” agar setiap apa yang kita kerjakan akan bernilai dan bermanfaat bagi yang lain, baik antar sesama manusia atau makhluk lain. Dan mohon ini digarisbawahi “Ketika kita mendoakan orang lain atau umat termasuk berbuat kebajikan dan bermanfaat bagi orang lain, maka hasilnya akan kembali pada pribadi yang mendoakan atau yang berbuat tadi”