Sebagai bangsa yang besar, kita kecolongan lagi. Salah satu hasil budaya bangsa yaitu Tari Pendet baru-baru ini diklaim oleh negara tetangga kita sendiri. Akibat klaim tersebut tentu membuat marah orang Indonesia. Di berbagai wilayah muncul aksi demo menentang klaim Malaysia, terutama warga Bali yang mana budaya Tari Pendet berasal dari wilayah tersebut. Sebenarnya peristiwa klaim budaya tidak hanya terjadi kali ini saja. Sudah beberapa kali diantaranya Kesenian Wayang Kulit, Lagu Rasa Sayange, Batik, Reog Ponorogo dan yang terbaru adalah Tari Pendet dimasukkan dalam iklan pariwisata Malaysia. Reaksi bangsa Indonesia juga pada dasarnya sama, yaitu bereaksi keras menentang yang selanjutnya pemerintah akan menindaklanjuti dalam bentuk nota protes ke pemerintah Malaysia. Akhirnya Malaysia meresponnya dengan tidak menayangkan iklan itu lagi. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Agustus, 2009
Refleksi Klaim Negara Jiran
Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 24, 2009
Ditulis dalam Aktual | 1 Komentar »
Jangan Berbicara Jika Tidak Tahu
Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 17, 2009
Ada sebuah fakta yang menarik untuk dicermati yang terjadi disekitar kita sehari-hari. Fakta tersebut adalah informasi apapun yang terjadi detik itu maka akan segera menyebar secepat informasi tersebut muncul. Memang sekarang ini media perannya sangat besar utamanya dalam menyampaikan segala macam informasi, terutama fakta yang terjadi di lingkungan kita yang dianggap berdampak besar bagi sebuah pemberitaan. Nah, agar kita memperoleh informasi atau menyebarkan informasi sebenarnya ada prasyarat yang harus dipenuhi yaitu “Jangan berbicara jika tidak tahu“. Artinya Kita boleh berbicara jika memang tahu kebenarannya. Disini jelas bahwa dalam berbicara itu ada aturan yang jelas yang patut diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar informasi yang disampaikan kepada orang lain atai pihak lain mempunyai kebenaran yang sesungguhnya, artinya data bisa dipertanggungjawabkan.
Ingat lidah lebih tajam dari pada pedang, atau perkataan ibarat anak panah yang melesat dari busurnya. Bahwa perkataan bisa berdampak luar biasa bagi orang lain maka kita harus lebih hati-hati sehingga apa yang kita sampaikan bermanfaat apa malah menyebabkan keresahan di kalangan umat. Coba perhatikan gara-gara gosip kehidupan rumah tangga bisa berantakan. Karena kesalahan informasi rencana yang telah tersusun bisa gagal total, dll. Anda bisa memperhatikan peristiwa dilingkungan anda, bisa di sekolah, di tempat kerja, kantor-kantor atau tempat lain. Di tempat-tempat tersebut berita apapun bisa dibicarakan seramai berita itu ada bahkan bisa lebih ramai lagi jika dibicarakan secara bersama-sama.
Namun sebagai manusia yang berakal sehat, janganlah kita gampang mempercayai setiap informasi tanpa mengetahui kebenaran pastinya. karena jika berita itu kita berikan kepada orang lain dan oleh orang lain tersebut disebarkan maka beritanya tentu akan semakin bias. Kalau sudah begitu siapa yang mau bertanggung jawab. Bukankah akan lebih baik lagi jika kita hanya berbicara berdasarkan fakta dan tanpa rekayasa atau istilahnya berita yang kita sampaikan berlandaskan kebenaran dan kejujuran tanpa merugikan pihak lain.
Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »
Pejuang Sejati
Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 17, 2009
Begitu pentingnya sejarah bagi kehidupan kita. Bahkan Bung Karno pernah mengungkapkan “Jas Merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ya, dari sejarahlah kita sebenarnya bisa mengacu perjalanan hidup kita, hidup bangsa. Coba kita tengok pada saat masanya Kerajaan Majapahit. Awal-awal perjuangan mendirikan Majapahit, semua pejuang dengan gagah berani memperjuangkan berdirnya kerajaan Majapahit. Mereka bersatu pada membela kepentingan kerajaan. Namun ketika Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja pertama dan mulai menyusun pemerintahannya, disinilah mulai muncul riak-riak persoalan itu. Ya, karena jabatan dalam kekuasaan akhirnya pecah persoalan di Majapahit. Ranggalawe yang merasa berjasa besar dalam pejuangan Majapahit tidak terima jika hanya dijadikan adipati di Tuban. Ranggalawe akhirnya memberontak pada rajanya tetapi pada akhirnya pemberontakan itu dapat ditumpas. Padahal kita tahu bahwa Ranggalawe punya jasa besar dalam perjuangan untuk kerajaan Majapahit. Namun karena merasa memiliki jasa besar dan berhak menduduki jabatan akhirnya dia lupa pada tata krama politik, bahwa yang menentukan posisi jabatan tetap keputusan Raja.
Sekian ribu tahun peristiwa itu terjadi lagi, tepatnya ketika proklamasi kemerdekaan berhasil dikumandangkan di Negara Indonesia oleh para tokoh bangsa. Pasca peristiwa itu tentu dalam suatu negara pasti dibentuk alat kelengkapan negara. Baik presiden dan wakilnya, para menteri, TNI dan kelengkapan yang lainnya. Di sinilah peristiwa Majapahit kembali muncul. karena merasa tidak puas dengan pembagian jatah kekuasaan, akhirnya mereka yang merasa berjasa besar terhadap kemerdekaan berani memberontak pada negara yang mereka bela pada saat melawan bangsa penjajah.
Pasca reformasi peristiwanya juga hampir sama saja, mereka yang merasa berjasa pada saat reformasi berteriak lantang meminta jabatan di kekuasaan. Pasca pemilu juga hampir sama pasca pilpres mereka yang merasa berjuang di koalisi yang mendukung calon yang menang, berteriak secara lantang meminta jabatan politik di pemerintahan, padahal presiden terpilih belum dilantik. Bukankah peristiwa yang terjadi sekarang ini sebenarnya peristiwa yang berulang-ulang dalam perjalanan sejarah bangsa.
Pertanyaannya, dimanakah para pejuang sejati negeri ini ada, dimanakah mereka? Sungguh jikalau masih ada merekalah yang patut dan pantas menjadi pemimpin kita, bukan para pencari jabatan apalgi pengemis jabatan. Lalu siapakah sebenarnya sosok pejuang sejati itu? Ini yang perlu menjadi renungan kita bersama. Apakah mereka yang ketika berjuang seolah-olah ikhlas namun setelah menang ternyata mengaku yang paling besar jasanya atau yang merasa paling pantas mendapatkan jabatan. Tentu bukan sosok seperti itu, Jika itu yang disebut sebagai pejuang sejati. Berarti negara ini masih dikuasai oleh segelintir orang yang merasa berjasa besar atau merasa pantas memangku jabatan.
Lalu pejuang sejati itu saeperti apa? Merekalah para pejuang yang sesungguhnya. Tidak hanya para pejuang kemerdekaan, akan tetapi pejuang-pejuang hidup yang menasbihkan amalnya demi kemanfaatan dan kemaslahatan umat, bangsa dan negara secara ikhlas dan rela tanpa merasa mengaku dirinyalah yang paling berjasa. Pejuang jenis inilah yang sebenarnya hanya mendamar bhaktikan hidupnya untuk menjalani perintah Tuhan Semesta Alam, Karena dialah Yang Maha Menguasai yaitu Allah SWT.
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »
Nasionalisme = Ilmu Sepeda
Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 17, 2009
Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, ada 3 tahapan penting yang terjadi di negeri ini kaitannya dengan konsep nasionalisme. Tiga tahapan tersebut adalah pergerakan-pergerakan nasional yang terjadi di negara ini. Pertama, berdirinya organisasi kebangsaan yang pertama yaitu “Budi Utomo” tahun 1928. Budi Utomo dianggap sebagai organisasi yang pertama berorientasi kebangsaan atau yang lebih dikenal sebagai kebangkitan nasional. Kedua, adanya ikrar bersama oleh beberapa perwakilan pemuda di seluruh Indonesia dalam bentuk konggres pemuda yaitu yang terkenal dengan sebutan “Sumpah Pemuda” tahun 1928. Ketiga, adanya perjuangan rakyat baik secara fisik maupun nonfisik, yaitu pada tahun 1945. dan pada tahun inilah terjadi puncak perjuangan bangsa, yang mana bangsa Indonesia berhasil mencapai kemerdekaan dengan dikumandangkannya “Proklamasi Kemerdekaan”. Ketiga tahapan pergerakan nasional inilah kita dapat melihat secara lebih mendalam, bahwa Nasionalisme memang berperan penting dalam mempersatukan potensi bangsa ini. Yang mana dari nasionalisme tersebut rakyat Indonesia mampu mencapai kemerdekaan yang telah lama diidam-idamkan rakyat. Ya, memang kita patut bersyukur atas keberhasilan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Karena kemerdekaan memang bukan pemberian bangsa penjajah akan tetapi karena usaha perjuangan rakyat Indonesia dan atas berkat rahmat Allah SWT. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »
Pancasila-Ku…. Dimana Engkau?
Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 13, 2009
Rangkaian kejadian yang menghentakan kita akhir-akhir ini, baik seputar pemilu, kerusuhan, perkelahian antar pelajar/mahasiswa atau masyarakat, pembunuhan secara sadis/mutilasi, dan yang paling menghebohkan yaitu aksi terorisme di Indonesia, ditemukannya berbagai bom yang siap ledak, dan masih banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi dinegeri ini. Oh sungguh memprihatinkan semua itu, Apakah orang-orang yang bertindak seperti itu sadar apa yang mereka lakukan! Apakah mereka sadar dampaknya bagi umat manusia, apakah mereka tahu implikasinya bagi negara ini, apakah mereka sadar bahwa mereka telah melupakan Pancasila. Ya, karena Pancasila-lah negara ini yang nota bene multi etnis, bahasa, ras, agama, budaya, adat, dan yang lainnya, akhirnya dapat bersatu padu membangun negri tercinta ini. Pertanyaannya adalah Apakah mereka sudah lupa terhadap Pancasila? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »
Teror?
Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 3, 2009
Satu bulan terakhir ini, kita banyak disuguhi oleh berita yang cukup menghebohkan seputar aksi teror khususnya yang terjadi di Ibukota Jakarta. Termasuk didalamnya adalah berita tentang belum ditemukannya dalang aksi teror di Mega Kuningan yang telah merenggut jatuh korban baik nyawa maupun yang luka-luka. Yang juga heboh adalah pasca aksi terorisme tadi ternyata banyak muncul aksi-aksi teror dalam bentuk yang lain, diantaranya lewat SMS atau telepon ke beberapa tempat strategis seperti hotel, perkantoran atau ruang publik lainnya. Itu semakin menambah ketidakpastian rasa nyaman dan tentram warga Jakarta, karena sampai sekarang pelaku teror gelap diatas belum tertangkap. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Aktual | 1 Komentar »