MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Arsip untuk November 2nd, 2008

Keajaiban Keyakinan untuk Kesehatan

Ditulis oleh marsaja di/pada November 2, 2008

Aa sebuah cerita dari Yoseph Murphy, Ph.D, yaitu : Seorang anak lelaki yang menderita penyakit Pott (TBC Tulang) mengalami penyembuhan yang menakjubkan. Namanya adalah Frederick Elias Andrews dari Indianapolis. Sekarang ia telah menjadi kepala Unity School di Kansas City, Missouri. Dokternya telah menyatakan bahwa ia tak akan sembuh lagi. Ia mulai berdoa. Dari keadaan lumpuh dan cacat akhirnya ia tumbuh menjadi pria sehat dan sempurna. Ia menciptakan sendiri Keyakinannya, secara mental menyerap semua kualitas yang ia butuhkan.

Berkali-kali dalam sehari ia menegaskan diri, “Saya sempurna, kuat, sehat, selaras dan bahagia. “Kalimat inilah yang diucapkannya terakhir sebelum tidur dan begitu terbangun dari tidurnya. Dengan Keyakinan dan cara berdoa seperti ini manfaat yang diperolehnya sangat besar. Jika pikiran negatif mengganggunya, segera ia mengingat Keyakinannya. Dengan demikian bawah sadarnya bereaksi terhadap kebiasaan berpikirnya.

Kunci kesembuhan dari kisah di atas adalah terletak dari keyakinan yang tinggi oleh yang bersangkutan bahwa dengan kesungguhan hati, dengan doa yang ikhlas dan pasrah, serta dengan kebiasaan berpikir positif, maka hanya dengan rahmat-Nya penyakitnya bisa disembuhkan. Padahal dokter sudah memvonis tidak bisa sembuh berdasarkan analisis medis.

Mungkin kita kadang tidak sadar bahwa justru dengan Keyakinan  itulah sebenarnya yang membantu proses penyembuhan sakit kita. Logikanya, orang yang sakit kemudian dihatinya dia tidak percaya terhadap kesembuhan, maka dia akan terus menderita sakit. Namun, jika dia yakin bahwa penyakitnya bisa sembuh, insya Allah penyakitnya bisa disembuhkan.  Ketika sakit kita  biasanya dijenguk oleh saudara, teman, atau tetangga kita, mereka sering kali memberi motivasi, membantu doa, menghibur kita supaya jangan sedih. Semuanya itu terletak dari seberapa besar keinginan kita agar sembur. Semakin anda yakin, Insya Allah semakin besar pula  kesembuhan sakit kita. Tanamkan perasaan yakin itu pada bawah sadar anda secara berulang-ulang sehingga akan menjadi kebiasaan berpikir yang positif dan menghasilkan pikiran yang baik pula. Selamat mencoba dan yakinlah bahwa dengan keyakinan besar yang anda miliki, maka hidup anda akan berubah cerah.

Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »

Fenomena “Geng” Anak-anak

Ditulis oleh marsaja di/pada November 2, 2008

Selama tahun 2008 ini, kita dikejutkan dengan berita yang mengagetkan, yaitu berbagai tingkah polah anak-anak usia sekolah yang mengatasnamakan “geng”. Di mulai dari Geng Motor di Bandung, Geng Nero di Pati, dan terakhir informasi tentang Geng Brinkar. Anggota kelompok geng ternyata tidak hanya laki-laki saja, tapi juga wanita, bahkan juga anak-anak yang notabene masih usia SD. Mereka juga menggunakan sistem perekrutan layaknya sebuah organisasi, namun cara yang digunakan adalah dengan menjurus ke arah kekerasan, yang katanya digunakan untuk menguji kekuatan mentalnya. Sehingga setelah anggota yang baru bergabung, mereka juga siap mentalnya dengan yang senior.

Ya, itulah fenomena kemunculan geng yang anggota-anggota kebanyakan justru dari anak-anak usia sekolah baik dari yang usia SD, SMP sampai SMA. Perilaku mereka umumnya menjurus kepada kekerasan. Seperti berkelahi, melempar batu, merusak fasilitas umum, menggunakan benda tajam. Intinya mereka sudah berlagak seperti premanisme. Sehingga masyarakat menjadi was-was terhadap perilaku mereka. Orang tua juga khawatir apabila anak-anaknya ikut-ikutan  menjadi anggota geng.

Kalau kita lihat kejadian seperti diatas, ini membuktikan bahwa sikap, mental dan akhlaq anak-anak sudah jauh melanggar norma yang berlaku, baik norma agama, kesusilaan, kesopanan, maupun hukum. Kita sebagai orang tua dan guru seharusnya paham terhadap kemunculan geng-geng seperti tersebut di atas. Sudahkan kita mengetahui sejauh mana pergaulan mereka terutama di luar kelas, di jalanan, maupun di lingkungan mereka. Apakah kita pernah mengajak bicara mereka tentang akhlaqnya, apakah kita sekedar memarahi, jika mereka  berbuat  negatif ?.

Tindakan yang anarkhis yang dilakukan secara berkelompok, membuktikan bahwa mereka sudah tidak menggunakan akal sehatnya, mereka sudah tidak peduli dengan aturan norma di masyarakat. Mereka sudah tidak mampu lagi berpikir positif dan konstruktif. pelanggaran norma yang dilakukan secara berkelompok, juga menandakan bahwa mereka cenderung egois, baik secara pribadi maupun berkelompok. Mereka sudak tidak mempedulikan keselamatan diri dan orang lain. Mereka sudak tidak punya hati nurani.

Lalu, seharusnya apa yang harus kita sikapi dan lakukan?. Lakukan sekarang juga apa yang menurut hemat anda bisa memperbaiki kondisi di lingkungan anda. Mumpung hal tersebut belum terjadi pada anak kita, pada anak didik kita. Cobalah anda untuk mengajak bicara anak-anak anda dan murid-murid anda. Ajak bicara dengan hati, sehingga perasaan dan nurani mereka juga ikut merasakan. Berikan penjelasan bahwa perilaku negatif ditinjau dari norma apapun akan berakibat fatal, baik bagi diri, keluarga, dan orang lain. Cegah selagi meraka masih bisa dioajak bicara, Bayangkan kalau mereka tidak mau diajak bicara, atau kalau diajak bicara mereka selalu beralasan menolak.

Sudah waktunya orang tua dan guru memahami dan mengerti setiap gerak-gerak anak yang arahnya menyimpang. Meneliti dan memperhatikan setiap perilaku anak yang punya kecenderungan negatif. Marilah kita kembali kepada tujuan pendidikan yang sebenarnya, yaitu kembali kepada adab, akhlaq yang mulia, sehingga dengan kemuliannya kelak mereka akan mempergunakan ilmunya hany untuk kebaikan, hanya untuk yang bermanfaat dan membantu sesama. Tanamkan pada jiwa mereka sesuatu yang baik, sehingga mereka kelak nanti akan mampu berbuat kebaikan pada sesamanya.

Ditulis dalam Pendidikan | 2 Komentar »