MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Arsip untuk November, 2008

Filosofi Semangka dan Pepaya

Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2008

Aku pernah berjumpa dengan orang tua yang bijaksana di suatu tempat, Beliau bertanya pada Aku “Kamu pilih buah Semangka atau buah Pepaya?”. Kira-kira jika anda ditanya seperti itu, maka anda akan menjawab apa? Aku menjawab “Aku pilih buah Semangka”. Si orang tua bijak tersenyum melihat jawabanku tadi. Kemudian karena penasaran aku balik bertanya “Kenapa anda bertanya seperti itu, Apakah makna dari pertanyaan itu?” Akhirnya beliau menjawab dengan penuh ketegasan dan penuh makna, yang tentunya anda juga boleh ikut berpendapat tentang jawaban orang tua tersebut. Karena jawaban anda akan mencerminkan kepribadian anda. Bagaimanakah sebenarnya jawaban orang tua tersebut. Disini akan kami uraikan kesimpulannya saja. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar »

Pupuk Langka, Lho Kok Aneh?

Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2008

Kita mungkin miris melihat berita di berbagai media masa yang berkaitan dengan ketersediaan pupuk di negera Indonesia tercinta ini. Berita terakhir adalah tentang kenekatan para petani di Tuban yang mencegat kendaraan yang mengangkut pupuk bersubsidi. Mereka bahkan meminta secara paksa agar pupuk diturunkan dan mereka dengan penuh semangat mengambil pupuk tersebut. Di berbagai tempat di Indonesia juga mengalami hal yang serupa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »

Mencermati Budaya Pulsa

Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2008

Ada sebuah fakta yang cukup menarik, yang patut kita cermati belakangan ini yaitu tentang marknya budaya pulsa. Sebelumnya marilah kita melihat ke belakang berkaitan dengan gaya hidup orang Indonesia pada umumnya, khusunya kaitanya dengan budaya berbicara. Kenapa kita cermati, karena ini kaitanya dengan moralitas suatu bangsa. Bangsa Indonesia terkenal budaya sopan santun, beretika, ramah, dalam berbicara umumnya dilakukan dengan tutur kata yang sopan dan menghargai dengan yang diajak bicara. Termasuk membiasakan bersilaturahmi ke teman atau sanak saudara untuk mempererat persaudaraan sesama orang Indonesia. Justru kebiasaan inilah yang akhirnya Indonesia dipandang sebagai salah satu negara dengan sebutan budaya timur. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »

Budaya Pulsa

Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2008

Jikalau kita melihat fenomena perilaku anak-anak muda di negeri ini, budaya di negeri ini bertambah satu lagi yaitu yang kami namai dengan istilah “BUDAYA PULSA“. Di berbagai tempat, sekarang ini kita bisa menjumpai anak-anak muda sibuk beraktivitas dengan HP-nya. Ada yang sibuk telepon, sms, motret, dengarkan lagu, main, game, internet via HP, dll. Dari semua aktivitas yang dilakukan semua itu mereka hanya menggunakan sebuah alat yang namanya HP. Padahal supaya HP bisa terus dipakai maka harus tetap diisi “pulsa”. Sehingga apabila kita menggunakan HP berarti pulsa harus tetap terisi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »

Refleksi Hari Guru

Ditulis oleh marsaja di/pada November 25, 2008

Tanggal 25 Nopember 2008 kemarin diperingatilah hari Guru se-Indonesia, seperti pada tahun sebelumnya untuk menandainya tidak lupa diselenggarakan upacara resmi untuk memperingatinya. Di beberapa tempat juga dilaksanakan demo oleh kaum guru, yang tujuannya untuk menuntut perbaikan kesejahteraan hidup. Sungguh ironis memang apa yang terjadi tehadap kondisi guru di Indonesia. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Menyikapi Kontroversi Sikap Amrozi cs

Ditulis oleh marsaja di/pada November 23, 2008

Pasca eksekusi para terpidana peristiwa Bom Bali I, ternyata di masyarakat kita melahirkan perdebatan wacana tentang jihad fisabilillah berkepanjangan. Padahal sebagai umat muslim tentu kita sudah punya pedoman yang kuat (hukum agama) mengenai perilaku seperti yang dilakukan Amrozi cs. Dari yang pedoman yang kuat seharusnya mampu menjadi pencerah setiap permasalahan yang ada di lingkungan kita, jika kita masih senang berdebat soal status apakah yang dilakukan Amrozi bisa disebut jihad atau tidak berarti saya menganggap kita kurang paham dalam memahami agama kita. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »

Meraih Hidup Mulia

Ditulis oleh marsaja di/pada November 23, 2008

Manusia diciptakan adalah untuk rahmatal lil’alamin, rahmat bagi alam semesta ini. Manusia juga ditugaskan sebagai pemimpin di bumi ini. Untuk meraih posisi terhormat itu manusia harus mampu meraih hidup yang mulia, karena kedudukan manusia lebih tinggi daripada malaikat jika menjadi manusia yang bertaqwa atau mulia. Sedangkan kedudukan manusia akan lebih rendah daripada binatang jika perilakunya nista dan hina. Nah, bagaimana agar manusia mampu meraih ke derajat kemuliaan itu? Berikut ini resepnya!. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Bekal Hidup | Leave a Comment »

Mendidik Anak dengan Perilaku Positif

Ditulis oleh marsaja di/pada November 23, 2008

Ada sebuah realitas yang menarik di masyarakat kita tentang pola pendidikan yang tepat agar potensi anak berkembang dengan maksimal. Untuk mendidik anak-anaknya para orang tua sudah berusaha bertingkah laku baik dan berusaha mengajarkan hal yang baik pada anaknya, tetapi anaknya mempunyai masalah besar dalam hal berperilaku, bertindak, dan berpikir. Kenapa hal itu bisa terjadi? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

Konsep Mendidik Anak yang PAS!

Ditulis oleh marsaja di/pada November 23, 2008

Fakta menunjukkan betapa memprihatinkan sikap dan perilaku anak-anak sekarang ini. Kami melihat bahwa kenakalan sikap anak-anak itu terjadi karena kurang adanya komunikasi di internal keluarga. Keluarga dirasakan seperti rumah asing bagi penghuninya sendiri terutama anak-anak. Khusus pada orang tua yang sibuk bekerja, yang intensitas pertemuannya dengan anak-anaknya dirasa kurang hal ini menjadi permasalahan tersendiri. Perilaku yang ditunjukkan anak-anak sudah sangat jauh dari akhlaq yang sepantasnya.

Kalau sudah melihat anak-anak mereka nakal dan berperilaku negatif, orang tua baru mulai memikirkan, kenapa hal itu menimpa anaknya. Ada sebuah permasalahan yang cukup mendasar, yaitu rata-rata kenakalan anak yang demikian disebabkan orang tuanya terlalu sibuk bekerja dan hanya mengurusi bisnisnya saja. Mereka kadang masih berkilah bahwa mereka merasa sudah mencurahkan kasih-sayangnya secara melimpah kepada anak-anaknya. Mereka berharap anak-anaknya bisa mengerti sehingga mereka sadar akan kenakalannya.

Ya, kami sepakat bahwa kasih sayang yang berlimpah itu perlu tetapi ternyata itu belum cukup untuk mengembalikan dan mendidik sikap dan perilaku anak-anak agar menjadi pribadi anak yang positif. Untuk mendidik anak orang tua perlu pengetahuan untuk mendidik anak-anak berkembang memenuhi potensinya. Orang tua perlu belajar dan mengikuti perkembangan zaman.

Kita juga melihat salah satu cara yang dipakai orang tua untuk menindak anak-anak yang nakal adalah dengan menghukum mereka dengan keras dan mengatakan bahwa itu semua dilakukan karena kasih sayang dan bertujuan baik. Respons yang ditunjukkan oleh anak karena umumnya mereka masih polos dan belum bisa berpikir jernih akhirnya malah menjadi konflik. Karena bagi anak pada dasarnya mereka sulit membedakan hukuman dengan aksih sayang. Bagi pikiran bawah sadar anak-anak, hukuman artinya benci dan kasih sayang adalah perhatian atau tidak menghukum.

Bahkan sebagaian orang tua tidak berani menunjukkan emosi negatif mereka karena takut melukai perasaan anak mereka sehingga membiarkan kenakalan berlanjut. Dan akhirnya orang trua bertindak menurut suasana hati atau intuisi. Orang tua tidak punya kerangka kerja yang pasti, bingung memilih cara yang tepat untuk menangani setiap permasalahan yang tejadi pada anak. Jika suara hati mengatakan harus marah dan menghukum, ya dilakukan; jika suara hati mengatakan tidak boleh marah, ya dilakukan. Inilah yang menuntun orang tua pada tindakan tidak konsisten yang akhirnya akan dipelajari oleh anaknya sendiri juga.

Lalu bagaimana solusinya? Belajar mengenai mendidik anak dari sumber yang benar dan mengikuti pelatihan untuk menjadi orang tua yang profesional sangat penting dilakukan karena  pengetahuan ini memberi  pencerahan berpikir kita suatu struktur bertindak dan  kerangka kerja, sehingga kita mempunyai keyakinan dalam mengambil tindakan. Perlu dipahami bersama bahwa situasi zaman ketika ayah dan ibu kita masih kecil berbeda dengan situasi zaman ketika kita kecil, berbeda juga dengan situasi zaman anak kita sekarang. Inti untuk menjadi orang tua yang baik dan benar sama di semua zaman, tetapi bagaimana mengaplikasikan inti itu ke dalam tindakan sehari-hari itulah yang bisa berubah dari zaman ke zaman.

Situasi dan kondisi yang dihadapi oleh orang tua berubah dari waktu ke waktu. Perkembangan teknologi dan perekonomian membuat masalah yang dihadapi berkembang semakin kompleks. Orang tua butuh latihan bukan karena mereka tidak mampu tetapi karena menjadi orang tua di zaman sekarang tidak lagi sesederhana zaman dulu.

Ditulis dalam Pendidikan | 1 Komentar »

Intisari Prestasi Diri demi Keunggulan Bangsa

Ditulis oleh marsaja di/pada November 18, 2008

Materi PKn SMP Kls IX Bab IV

Budaya unggul adalah cara hidup yang berorientasi pada mutu (memberikan penghargaan tinggi terhadap mutu). Orang-orang unggul memiliki sejumlah ciri, antara lain: nurani yang jernih, akal budi yang tercerahkan, kerja keras, disiplin, berhemat, menabung, dan  mengutamakan pendidikan/belajar.

Sikap mental itu yang bertentangan dengan budaya unggul, yaitu: meremehkan mutu; suka menerabas/cari jalan pintas; tidak percaya diri; tidak berdisiplin murni; dan suka mengabaikan tanggung jawab.

Faktor dalam diri seseorang amat menetukan prestasinya. Hal itu bisa dimiliki seseorang karena proses belajar, terutama melalui pendidikan dalam keluarga.

Potensi diri pada dasarnya adalah kemampuan terpendam seseorang yang jika dikenali, dikembangkan, an diaktualisasikan akan menjadi kemampuan nyata dalam kehidupan. Howard Gardner menyebut kemampuan terpendam itu sebagai kecerdasan.

Agar seseorang bisa berprestasi, ia perlu mengenal potensi dirinya. Hanya dengan mengenali potensi diri, maka orang akan mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.

Secara umum, upaya-upaya untuk meraih prestasi dapat dirinci dalam urutan langkah sebagai berikut: (1) Mengenal diri; (2) Menentukan fokus; (3) Menerapkan tujuan; (4) Menumbuhkan motivasi; (5) Menetapkan tindakan dan melaksanakannya secara konsisten; (6) Melakukan evaluasi diri.

Sikap mental posistif merupakan keadaan mental seseorang yang cenderung optimis dalam menghadapi diri maupun lingkungannya. Sikap mental negatif merupakan keadaan mental seseorang yang cenderung pesimis alam menghadapi diri maupun lingkungan.

Kompetisi merupakan proses kemasyarakatan di mana individu atau kelompok saling bersaing untuk mendapatkan keuntungan alam bidang-bidang tertentu. Orang yang memiliki kesiapan berkompetisi secara sehat adalah mereka yang bersedia terus menerus berupaya sekuat tenaga untuk hidup berprestasi. (Sumber : Drs. Saptono, PHiBETA 2006)

Ditulis dalam Materi PKn | 4 Komentar »