MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Arsip untuk Agustus, 2008

Kiat Mengembangkan Potensi Anak

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 28, 2008

Potensi yang besar pada setiap anak harus dilatih dan dikembangkan, supaya kemampuan anak juga meningkat. Anak yang dididik dengan cara yang tepat, tentu hasilnya juga bagus. Bagaimanakh cara mengembangkan potensi anak itu? Berikut ini Kiat yang bisa anda lakukan agar Potensi Anak berkembang, diantaranya adalah :

1.  Syukuri anak sebagai karunia terbesar. Sadarilah bahwa anak adalah anugerah yang terbesar anda. Anak adalah amanah yang wajib kita jaga, kita bina dan didik sehingga menjadi anak yang sholeh dan berbhakti kepada orang tua. Syukurilah anak sebagai anugerah yang kelak akan meneruskan cita-cita kita.

2.  Buatlah dia merasa dicintai. dikasihi dan disayangi. Anak akan merasa nyaman, terlindungi jika orang tua selalu menyayanginya, melindunginya, menolongnya dan selalu ada disampingnya jika anak dalam kondisi membutuhkan. Buat perasaan anak nyaman dan benar-benar mencintai orang tua dan merasa dicintai pula.

3.  Pahami dan hargai setiap anak sebagai individu yang unik. Setiap anak adalah unik, karena perilaku anak memang khas dan dapat melakukan hal-hal yang tidak terduga. Setiap anak adalah mempunyai karakter tersendiri. Oleh karena itu, setiap orang tua sepatutnya memahami sehingga orang tua akan sadar terhadap keunikannya tersebut.

4.  Bangkitkan minat dan motivasi belajarnya. Orang tua harus pandai membangkitkan motivasi anak dan  minatnya pada kegiatan dan belajarnya. Dengan anak semakin termotivasi maka anak akan menyadari bahwa ia bisa mengembangkan kemampuannya.

5.  Beri kesempatan untuk memilih dan membuat keputusan. Berilah kesempatan anak untuk berani memilih dan membuat setiap keputusan yang akan dijalaninya. Berilah kepercayaan anak untuk membuat keputusan sendiri dalam melakukan setiap kegiatan atau belajarnya. Berilah keleluasaan anak untuk berani memilih diantara pilahan. Orang tua bisa membantu bagaimana pihan yang baik itu sehingga anak tidak terjebak pada hal-hal yang negatif.

6.  Doronglah anak mencari informasi di luar rumah. informasi sangat penting untuk menunjang kemampuan kita. Doronglah anak kreatif untuk mencari kebutuhan informasi yang menunjang potensinya. Bisa dimulai dengan informasi tokoh-tokoh yang sukes pada bidangnya atau bagaimana supaya bisa menjadi sukses tersebut.

7.  Jangan matikan harapan dan cita-cita anak. Hargai setiap pilihan cita-cita anak. Orang tua jangan terlalu memaksakan pilihanya sehingga anak akan merasa tidak bersemangat lagi untuk meraih harapan dan cita-citanya. Jangan sampai orang tua malah mematikan harapan anak dan mencela setiap pihan cita-cita anak.

8.  Tunjukkan penghargaan dan penghormatan kepada usaha anak. Hargailah setiap yang dilakukan anak walau sekecil mungkin, jangan meremehkan yang dilakukan anak walaupun tampaknya sepele. Berilah penghormatan kepada setiap yang dikerjakan anak, sehingga anak akan merasa tersanjung dan dihargai jerih payahnya.

9.  Jalin hubungan yang kondusif antara orang tua, sekolah dan lingkungannya. Sukses tidaknya potensi anak juga tergantung dengan kondisi sekitarnya baik itu dirumah, disekolah maupun lingkungannya. Maka dari itu jalinlah hubungan yang harmonis dan membangun sehingga semuanya bisa selaras untuk bersama-sama mewadahi potensi anak agar berkembang dan terus meningkat.

Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

Mengenali Potensi Anak

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 28, 2008

Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi masing-masing. Potensi anak bisa berkembang jika orang tua mampu melatihnya, baik secara mandiri atau melalui pendidikan, kursus, dll. Bagaimanakah sebenarnya potensi anak itu? ANAK (Aku Nakal Aktif dan Kreatif). Nakal itu Nata Akal.

Adapun Potensi yang dimiliki setiap anak, di antaranya : Anak sebagai Pribadi yang unik (potensi anak berbeda-beda dan mempunyai multiple intelegensi), Kreatif (daya kreatifitas anak usia TK = 95 – 98 %, SD = 50 – 70 %, SMP = 30 – 50 %, Dewasa = 20 %), Intatif (suka meniru orang lain atau yang dilihatnya), Imajinatif (daya khayalan), Perkembangan fisik dan psikis luar biasa, Memiliki sikap positif (jujur, tidak takut salah, rasa ingin tahunya tinggi, suka mencoba, motivasi belajar tinggi).

Kemudian, bagaimakah caranya mengenali Potensi Anak, berikut tips dan triknya :

1.  Berilah pilihan banyak kegiatan. Kenalkan anak pada bermacam-macam kegiatan, baik yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dengan semakin banyak pengenalan kegiatan diharapkan anak lebih berkembang kemampuanya, sehingga orang tua akan mengetahui anaknya memiliki potensi apa.

2.  Amati kecenderungan belajarnya. Coba lakukan pengamatan kepada gaya belajar anak. Jika anak suka berbicara, maka tipenya adalah lingusitik. Jika anak suka lompat atau berlari, berarti tipenya kinestetik, dll.

3.  Amati kegiatan yang paling disukai dan tidak disukai. Lakukan pengamatan kepada setiap yang dilakukan anak untuk mengetahui sejauh mana anak tertarik dan anak mampu menikmati kegiatannya. Kemudian coba divariasikan kegiatan yang disukainya tersebut, sehingga anak mungkin akan terus suka atau tidak. Jika anak benar-benar nyaman dan menikmati maka orang tua bisa lebih mengembangkan kemampuanya pada bidang yang diusukainya itu dengan menyediakan fasilitas agar ada peningkatan potensinya.

4.  Bangun komunikasi dengan guru untuk berbagi informasi. Usahakan ada komunikasi yang baik dengan gurunya sehingga ada sharing atau saling berbagi informasi terutama yang dikerjakan anak di sekolah, sehingga orang tua dan guru bisa saling berdiskusi untuk mengarahkan anak sebaiknya mengembangkan potensinya pada bidang yang disukainya.

5.  Bila perlu lakukan tes bakat dan minat. Untuk lebih meyakinkan supaya orang tua lebih mantap dan yakin, orang tua bisa mendaftarkan anaknya ikut tes bakat dan minat, sehingga datanya lebih akurat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Ditulis dalam Pendidikan | Leave a Comment »

Pengingat Hati

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 28, 2008

Baik dan tidaknya seseorang sangat tergantung dengan hatinya. Kita mengamalkan ibadah, ikhlas tidaknya juga dikarenakan hatinya. Banyak orang iri, dengki, dendam, dan benci juga disebabkan hatinya. Jadi, perbuatan manusia apakah baik atau buruk memang dikarenakan hatinya suci atau kotor. Oleh karena itu, supaya hati kita menjadi bersih, kita dianjurkan untuk mensucikanya dengan “Tombo Ati” atau obat hati. Sedangkan supaya kita tetap waspada dan tidak sembrono hidup di dunia ini, maka sebaiknya ada “Pengingat Hati”, yaitu :

A.  Kubur Menyeru Kepada Manusia Lima Kali Sehari.

1.  “Aku adalah rumah yang terpencil, maka baca Al Qur’an agar kamu senang di dalamnya”.

2.  “Aku adalah rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu sholat malam”.

3.  “Aku penuh dengan tanah dan debu, maka bawalah amal sholeh untuk menjadi hamparan”.

4.  “Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan basmallah sebagai penawar”.

5.  “Aku adalah tempat pertanyaan munkar dan nakir, maka banyaklah membaca Laa ilaaha illallah -    Muhammad Rasulullah

B.  Lima Racun dan Penawarnya

1.  “Dunia itu racun, zuhud itu obatnya”.

2.  “Harta itu racun, zakat itu obatnya”.

3.  “Perkataan yang sia-sia itu racun, dzikir itu obatnya”.

4.  “Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya”.

5.  “Seluruh tahun itu racun, ramadhan itu obatnya”.

C.  Orang yang tidak Melaksanakan Sholat :

1.  Shubuh    : Dijauhkan cahaya dari mukanya

2.  Dhuhur    : Tidak diberi keberkahan dalam rezekinya

3.  Ashar       : Dijauhkan dari kesehatan dan kekuatan

4.  Maghrib   : Tidak diberi santunan anak-anaknya kelak

5.  Isya’         : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya.

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Tips Trik Mendidik Anak agar PD

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 26, 2008

Setiap orang tua pada umumnya menginginkan anaknya agar berani menghadapi apapun. Anak diharapkan menjadi lebih percaya diri (PD). Dengan kepercayaan diri yang timbul dari anak akan melahirkan sikap yang positif, berani maju, dan berani menghadapi orang lain. Dari sikap keberanian itu, anak akan memperlihatkan potensi dan kemampuanya, baik kepada teman atau orang tuanya. Lalu bagaimanakah cara mendidik agar anak tampil PD? Berikut ini Tips dan Triknya, diantaranya :

1.  Kepercayaan. Percaya pada orang lain adalah hal yang paling mendasar bagi anak agar di kemudian hari ia dapat membina hubungan dengan orang lain, membentuk rasa percaya diri, dan maju dalam setiap tahap proses perkembangannya. Oleh karena itu, kepercayaan harus ditanamkan sejak lahir. Mulailah dengan menanamkan rasa percayanya pada orang tua. Berusahalah untuk mengerti apa yang dibutuhkan anak. Semakin anak mengerti bahwa kita memahaminya, maka kepercayaannya pada kita akan semakin besar.

2.  Kesabaran. Orang tua dapat menanamkan sikap sabar pada diri anak dengan cara memberi contoh, karena anak-anak pada dasarnya mudah meniru perilaku orang tua. Untuk melatih kesabarannya, ajarilah ia untuk menunggu bukan dengan hitungan waktu, tapi berdasarkan suatu keadaan. Contoh, jika anak ingin mengambil sesuatu yang tidak bisa diraihnya, padahal ibu sedang memasak, katakan kepadanya kita akan mengambilkan setelah selesai memasak. Itu lebih baik daripada mengatakan, “iya tunggu 5 menit lagi”.

3.  Tanggung jawab. Jika kita ingin sukses, banyak komitmen yang harus kita buat dan kita laksanakan dengan konsisten. Saat anak menjatuhkan botol susu ke lantai dan melihat anda mengambilkan botol susu itu untuknya, ia akan mengulanginya kembali dengan sengaja. Ini menandakan bahwa ia mulai mengenal hubungan sebab akibat dan belajar tentang adanya konsekuensi dari apa yang ia lakukan. Saat ini orang tua dapat mulai melatih rasa tanggung jawabnya dengan memintanya melakukan hal-hal yang mudah, misalnya mengembalikan mainannya pada tempatnya.

4.  Kemandirian. Kemandirian akan membantu anak menjadi lebih PD dalam menginkan dan memutuskan sesuatu. Orang tua dapat menumbuhkan kemandirian anak dengan cara memberinya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang dapat ia kerjakan sendiri. Jangan terlalu cepat tergoda untuk membantu anak melakukan segala sesuatu. BIarkan ia mencoba terlebih dahulu. Namun demikian, ketika anak membutuhkan pertolongan, pastikan bahwa kita membantunya.

5.  Empati.  Sikap empati atau kempauan untuk menempatkan perasaan dalam posisi orang lain.  Untuk membantu anak agar memiliki rasa empati, orang tua harus memberitahu pada anak apabila  ia melakukan sesuatu yang dapat menyakiti, membuat sedih, atau mebuat marah orang lain. Katakan padanya, bagaimana jika hal yang sama dilakukan pada dirinya. Katakanlah ini berulang-ulang, karena nak umumnya measih memiliki  sifat egosentris. (Seri Cerdas Emosi – Kak Seto Mulyadi)

Ditulis dalam Pendidikan | 3 Komentar »

Tips Trik Menuju Disiplin yang Efektif

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 25, 2008

Setiap orang tua menyadari bahwa menanamkan disiplin haruslah dimulai sejak dini. Orang tua berharap anak mampu mengikuti saran orang tua agar bersikap baik dan menjauhi sifat atau tingkah laku yang buruk. Bagaimanakah sebenarnya menanamkan kedisiplinan pada anak sejak dini yang efektif itu? Berikut ini Tips dan Trik yang efektif, diantaranya adalah :

1.  Menyadari bahwa ada faktor motivasi di balkik tingkah laku buruk yang ditampilkan anak. Anak mempunyai motivasi untuk bertingkah laku buruk, misalnya bosan, mencari perhatian, balas dendam atau yang lain. Agar dapat mengubah perilaku anak, orang tua juga perlu mengetahui motivasi di balik tingkah lakunya.

2.  Tetapkan batasan yang jelas dan tepat. Orang tua perlu menjelaskan batasan yang jelas hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan apa yang dilarang. Penjelasan perlu diberikan dengan mendetail sehingga anak-anak tidak bertanya-tanya. Adanya batasan dapat membantu anak menentukan pilihan perilaku.

3.   Hubungkan disiplin dengan situasi yang sedang terjadi. Orang tua harus menghungkan disiplin dengan tingkah laku yang terjadi saat ini. Orang tua perlu menekankan bahwa tingkah laku buruk tidak dapat diterima orang tua. Orang tua perlu meyakinkan bahwa ia tidak menyukai perilaku buruk tapi tidak membencinya. Orang tua juga perlu menjelaskan alasan mengapa tingkah laku tertentu tidak disukai. Hal ini melatih anak untuk memahami bahwa tingkah lakunya memiliki dampat bagi orang lain.

4.  Konsekuensi. Disiplin tanpa konsekuensi dapat membingunkan anak dan cenderung memunculkan masalah sama di masa depan. Jika anak melakukan kembali tindakan yang dilarang, anak juga harus diberi konsekuensi yang sama seperti sebelumnya. Konsekuensi ini juga berlaku bagi orang tua sendiri.

5.  Jangan memberi sanksi disiplin di muka umum. Pemberian sanksi disiplin dapat menjadi hal yang sensitif bagi anak. Jika ingin mendisiplinkan berbicaralah berdua dengan anak dan jangan dilakukan di hadapan orang lain. Pemberian sanksi di muka umum justru akan membuat anak merasa malu dan marah. Oleh karena itu hargailah perasaan anak juga.

6.  Hindari amarah yang meledak-ledak. Dalam mendisiplinkan kepada anak dibutuhkan ketegasan orang tua. Namun, tidak berarti bahwa orang tua harus berteriak atau membentak anak. Hal semacam itu justru dapat mebuat disiplin anak menjadi tidak efektif. Sebaiknya orang tua perlu berbicara dengan lembut, tetapi tegas. Hindari pembicaraan dengan anak jika anda dalam kondisi marah.

7.  Tetapkan disiplin yang sesuai untuk perilaku buruk. Orang tua perlu membuat sanksi disiplin yang sesuai dengan perilaku buruk. Di samping itu, orang tua harus memperhatikan agar jangan sampai disiplin diterapkan terlau lemah atau terlau keras pada anak.

8.  Sanksi disiplin diberikan segera setelah perilaku buruk ditampilkan. Jika orang tua mengetahui bahwa anak telah melanggar disiplin, segeralah merapkan sanksi disiplin pada anak. jangan menundanya hingga beberapa waktu. Penundaan justru dapat membuat anak mengira orang tua tidak bersungguh-sungguh merapkan disiplin pada dirinya.

9.  Pengawasan hingga beberapa waktu. Orang tua perlu membicarakan mengenai disiplin yang diterapkan pada anak. Ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana anak dapat memahami dan belajar sesuatu dari penerapan disiplin dan sejauh mana anak bersungguh-sungguh menjalankannya. (Seri Cerdas Emosi – Kak Seto Mulyadi)

Ditulis dalam Pendidikan | 1 Komentar »

Nandur Ringin Putih

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 25, 2008

Alangkah sejuknya jika pada pekarangan halaman depan rumah kita terdapat pohon Beringin (Ringin). Apalagi jika pohon Beringinnya sudah besar, daunnya lebat dan ngrembayung, kita bisa berteduh jika kondisi cuaca sedang panas bahkan hujan. Ada sebuah ungkapan, yaitu “Disitu ada pohon Beringin, disitu ada sumber air”. Memang secara ilmiah pohon Beringin termasuk jenis pohon yang mampu menyimpan sumber air dalam skala besar, sehingga jika kita menggali sumur maka sumbernya akan jernih dan melimpah.

Ya, itulah sekilah gambaran pohon Beringin. Kemudian apa sih makna yang terkandung dari pohon Beringin itu, apalagi jika yang bernama “Ringin Putih” Pada dasarnya kami belum menemukan secara nyata pohon Ringin yang daun atau pohonnya berwarna putih. Ringin Putih disini adalah kias (sanepan). Secara bahasa Ringin Putih adalah sari-sarining pepenginan ingkang putih, resik, utawi suci. Beringin Putih menunjukkan makna yang dalam yaitu sari-sarinya keinginan setiap manusia yang bersifat suci. Keinginan atau kemauan tersebut benar-benar berlandaskan sifat suci yang lahir dari nurani setiap manusia. Ringin Putih merupakan gambaran apakah keinginan kita berdasarkan nafsu atau kesucioan hati kita.

Ringin Putih juga berarti pengayoman suci. Orang yang bersifat seperti sifatnya ringin putih berarti ia telah pantas menjadi pengayom sejati, yang mampu pengayom baik bagi dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekitarnya. Orang yang bisa mengayomi bermakna bahwa ia memang mampu menjadi tempat berteduh di kala orang sedang menghadapi panas maupun hujan, dikala menghadapi masalah yang menimpa setiap manusia. Orang yang berkeluh kesah, bingung menjalani kehidupan ini akan merasa tenang jika bertemu dan minta saran terhadap orang yang bersifat pengayom.

Pohon Beringin juga mampu menyimpan sumber air di dalam tanah, maknanya orang yang mampu dianugerahi sumber kesucian , sumber keilmuan, yang mana kita boleh menimba airnya, mengambil manfaat ilmunya, sehingga kita dapat merasakan manfaat dari air tersebut, baik untuk diri kita maupun yang lain.

Oleh karena itu, sudahkah kita termasuk orang yang benar-benar “Nandur Ringin Putih” artinya orang yang sudah menanam jiwa pengayoman pada diri kita, sehingga kita nantinya mampu mengayomi bagi orang yang membutuhkan. Kita akhirnya mampu siar/dakwah memberikan jalan terang bagi saudara-saudara kita. Mampu memberikan penjelasan mana yang baik dan buruk, yang benar dan salah, mampu berbuat yang bermanfaat bagi orang lain, karena seutama-utamanya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lain.

Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »

Otonomi Daerah

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 25, 2008

Ringkasan Materi : Kelas IX Bab II

Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah

Pengertian otonomi daerah ada dua yaitu secara konseptual dan menurut Undang-Undang. Daerah otonom memiliki otonomi luas yang mempunyai hak dan kewajiban. Penyelenggaraan otonomi daerah (otoda) terdiri dari desentralisasi, tugas pembantuan, dekonsentrasi, asas umum penyelenggaraan negara. Pelaksanya adalah pemerintah daerah (pemda) yang memiliki program pemerintah/kebijakan publik.

Kebijakan publik ditinjau dari tahap penyusunan terdiri dari politisasi, perumusan program, pelaksanaan program, dan monitoring dan evaluasi. Tipe kebijakan adalah bersifat regulatif, redistributif, distributif, dan konstituen. Di antara bentuk kebijakan publik adalah perda atau keputusan kepala daerah.

Otonomi daerah menuntut partisipasi masyarakat yang dirinci menjadi tipe dan bentuk. Tipenya terdiri dari aktif, militan-radikal, pasif, dan apatis. Bentuknya terdiri dari individual/kolektif, langsung/tak langsung, material/nonmaterial, kegiatan pemilihan, lobying, kegiatan organisasi, mencari koneksi.

Pesan Bijak :

1.  “Wilayah negara harus menikmati otonomi yang otentik dan bermakna, yang memungkinkan mereka mencapai pembangunan secara maksimal menuju kemandirian masyarakat lokal, serta membuat mereka menjadi mitra yang lebih efektif dalam mencapai tujuan nasional”. (Alex Brillantes)

2.  “Prasyarat politik publik ialah berpikir dengan menempatkan diri pada posisi orang lain”. (Haryuatmoko)

3.  “Politik adalah pengambilan keputusan bersama atau pembuatan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya”. (Joyce Mitchell)

Ditulis dalam Materi PKn | 3 Komentar »

Usaha Pembelaan Negara

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 25, 2008

Ringkasan Materi : Kelas IX Bab I

Usaha Pembelaan Negara

Pengertian bela negara adalah upaya menjamin kelangsungan NKRI. Pentingnya bela negara karena adanya ancaman baik internal maupun eksternal. Untuk itu, perlu pertahanan negara. Adapun bentuk bela negara ada yang berupa pendekatan militer dan pendekatan nonmiliter, yang keduanya menuntut peran serta dan partisipasi masyarakt. Pendekatan militer digunakan untuk menghadapi ancaman militer, sedangkan pendekatan nonmiliter digunakan untuk menghadapi ancaman nonmiliter.

Pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Pertahanan negara berfungsi untuk menegakkan NKRI sebagai satu kesatuan pertahanan. Bentuknya adalah Sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) yang mencakup tiga komponen, yaitu komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Prinsip pertahanan negara adalah demokrasi yang menuntut partisipasi masyarakat. Demokrasi mengharuskan demiliterisasi atau sipil. Fokus pertahanan negara adalah pada ancaman militer dan nonmiliter.

Pesan Bijak :

1.  “Indonesia khusus mencantumkan pertahanan nirmiliter karena sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sihankamrata) amanah UUD”. (Juwono Sudarsono)

2.  “Pembangunan pertahanan nirmiliter sudah pasti bukan pembangunan kekuatan militer, namun hasilnya sangat penting bagi pertahanan menghadapi ancaman militer. Pembangunan nirmiliter tidak lain adalah pembangunan seluruh aspek kehidupan bangsa”. (Bambang heru Sukmadi)

3.   “Perjuangan melawan kejahatan terorganisasi atau kejahatan transnasional akan menjadi pusat perhatian pada abad ke-21″. (Mark Galeotti)

Ditulis dalam Materi PKn | 7 Komentar »

Konstitusi di Indonesia

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 24, 2008

Ringkasan Materi : Kelas VIII Bab II

Konstitusi di Indonesia

Difinisi konstitusi adalah aturan dasar mengenai ketatanegaraan suatu negara. Kedudukannya merupakan hukum dasar dan hukum tertinggi. Konstitusi memiliki dua sifat yaitu kaku dan luwes. Adapun fungsi konstitusi adalah membatasi kekuasaan dan menjamin HAM. Isinya berupa pernyataan luhur, struktur dan organisasi negara, jaminan HAM, prosedur perubahan, dan larangan perubahan tertentu. Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia terdiri dari 1. UUD 1945 (Konstitusi I), 2. KOnstitusi RIS 1949, 3. UUDS 1950, 4. UUD 1945 Amandemen. Amandemen konstitusi terdiri dari pengertian, hasil-hasil dan sikap yang seharusnya positif-kritis dan mendukung terhadap proses Amandemen UUD 1945.  Pelaksanaan Konstitusi di Indonesia pernah terjadi penyimpangan, yang mana bertujuan untuk menjadi pelajaran bagi masa depan.

Pesan Bijak :

1.  “Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusional, UUD mempunyai fungsi yang khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang”. (Miriam Budiharjo).

2.  “Kekuasaan cenderung diselewengkan, semakin besar kekuasaan, semakin besar kecenderungan untuk diselewengkan”. (Lord Acton)

Ditulis dalam Materi PKn | 4 Komentar »

Nilai-Nilai Pancasila

Ditulis oleh marsaja di/pada Agustus 24, 2008

Ringkasan Materi : Bab I untuk Kelas VIII

Nilai-Nilai Pancasila

Pancasila dilihat dari sejarah perumusan ada dua tahap yaitu tahap praperumusan dan tahap perumusan dan ketetapan. Pancasila berkedudukan sebagai dasar negara dan ideologi negara. Nilai-nilai Pancasila mengandung konsekuensi bagi penyelenggara negara dan bagi warga negara. Konstitusi merupakan acuan, pedoman pembangunan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan bermasyarakat tujuanya untuk mewujudkan kesatuan masyarakat.

Pesan Bijak :

1.  “Tanpa Pancasila negara akan bubar …Pancasila adalah seperangkat asas dan ia akan ada selamanya. Ia adalah gagasan tentang negara yang harus kita miliki dan kita perjuangkan”. (Abdurahman Wahid)

2.  “Keberadaan Indonesia itulah esensi dari Pancasila. Pancasila merupakan rumusan tertinggi dari keberadaan bangsa. Dan, tanpa Pancasila Indonesia akan pecah begitu saja”. (Laksamana Madya Sunardi)

3.  “Dilihat dari segi suku, bahasa, agama, dsb, Indonesia termasuk salah satu negara yang paling majemuk di dunia. Hal ini disadari betul oleh para pendiri bangsa kita, sehingga mereka merumuskan konsep keberagaman ini dengan semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA”. (Dr. Masykuri Abdullah)

4.  “Adalah sikap yang membangun jika kita toleran dan terbuka atas keanekaragaman suku, warna kulit,  dan agama. Sebaliknya sangatlah merusak jika sikap kita justru mengagung-agungkan perbedaan suku, warna kulit dan agama, apalagi diungkapkan dalam bentuk kerusuhan dan kekerasan”. (Hendardi)

Ditulis dalam Materi PKn | Leave a Comment »