Ditulis oleh marsaja di/pada Januari 29, 2010
Kita akhir-akhir ini disuguhi berita yang cukup populer di seputar kehidupan hukum negeri ini. Ketika satgas mafia pemberantasan hukum melakukan sidak di rutan wanita, mereka melihat pemandangan yang mencengangkan dunia hukum. Ternyata salah satu terpidana kasus korupsi hidupnya jauh lebih enak daripada narapidana yang lain. Mereka bisa menyulap salah satu ruangan menjadi tempat yang nyaman. Istilah kami adalah Ada “Surga di dalam Neraka”.
Mereka yang mampu berbuat demikian tentu mempunyai kekuatan untuk berbuat seperti itu. Mereka menyulap sebuah kamar penjara menjadi tempat yang enak, nyaman, dan ada fasilitas mewah. Bayangkan napi lain yang tidak mempunyai kekuatan, mereka harus berdesak-desakan hanya untuk tidur saja, belum aktifitas yang lainnya.
Namun, mereka lupa bahwa walaupun mereka bisa berbuat seperti itu di dunia ini, mereka tetap akan menerima pengadilan yang adil di akherat kelak. walaupun di dunia nyata ini mereka mampu menyulap neraka menjadi surga, akan tetapi apakah di akherat nanti mereka bisa berbuat seperti itu lagi. Kira-kira mereka sadar tidak yaa! Mudah-mudahan mereka akan tetap dikaruniai kesadaran sehingga akan menerima hidup di penjara yang tujuannya untuk kembali sadar dan menyadari kesalahannya, malah bukan untuk berbuat seenaknya sendiri
Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada Januari 15, 2010
Ada sebuah gaya hidup baru di negeri kita tercinta ini bila kita lihat dan saksikan secara seksama akhir-akhir ini, baik di lingkungan kita maupun yang tampak di media TV kita. Kami menyebutkan sebagai gejala “Berlebihan”. Berlebihan dalam hal penampilan, berbicara, berpikir dan persepsi kepada sesuatu. Anehnya gaya yang berlebihan tadi lama-kelamaan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang dianggap benar dan lazim dilakukan, justru bagi yang tidak melakukan akan dianggap tidak gaulah, tidak modernlah, ketinggalan zamanlah.
Taruh contoh, gaya berbicara para politisi kita atau presenter yang khusus menanyai seorang narasumber tema yang lagi aktual. Coba anda bayangkan, pantas tidak? ketika bertanya dan jawabannya belum selesai langsung dipotong dengan pertanyaan lain dan itu bisa terjadi berulang-ulang. Kami saja sebagai rakyat yang melihat proses itu, merasa kurang pantas (tidak beretika) bahkan yang lebih memprihatinkan adalah adanya anggota pansus century yang berkonflik terbuka dengan kata-kata yang tidak pantas.
Mereka mungkin tidak menyadari bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan sebenarnya bukan untuk membelajari proses demokrasi akan tetapi merupakan suatu bentuk kekhilafan dalam hal ini moral seorang pemimpin. Murnikah apa yang diperjuangkan para wakil rakyat tersebut benar-benar untuk kepentingan rakyat?. Jikalau memang mereka memperjuangkan rakyat, seharusnya mereka memang murni berjuang untuk rakyat dan bebas dari kepentingan politik.
Kami sebagai rakyat sebenarnya hanya bisa berpikir sederhana saja. Sesungguhnya akhir dari drama politik nanti apa. Apa pengaruhnya langsung bagi rakyat. Apakah kehidupan rakyat akan sejahtera jika pansus century berhasil mengurai masalahnya. Apakah kehidupan rakyat nanti bertambah baik. Ataua jangan-jangan justru para pemimpin kita bukannya tambah rukun dan bersama-sama memeperjuangkan rakyat akan tetapi malah saling menjatuhkan. Mudah-mudahan kita sebagai rakyat masih dipikirkan dan dipedulikan tanpa banyak bicara tetapi benar-benar bukti, seperti janji mereka saat kampanye dulu.
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada Januari 4, 2010
Ada beberapa kejadian menarik yang sebenarnya terjadi di sekitar kita. Di antaranya adalah tentang kejadian unik yang bisa kita peroleh dari rahasia sebuah angka. Ini hanyalah sebuah proses berpikir dan menuju samudra rasa. Rahasia yang kami maksud adalah angka “18.45″. Angka 18.45 jika keduanya dijumlah akan menghasilkan angka “99″. Coba anda perhatikan angka 18.45, 1 + 8 = 9 dan 4 + 5 = 9. Rahasia pertama angka 99 anda dapat menjumpai pada “Asmaul Husna” nama-nama yang baik dari Yang Maha Kuasa. Angka 99 jika dijumlah persatuannya akan diperoleh 9 + 9 = 18, 1 + 8 = 9. Ternyata yang kita dapatkan juga angka 9 juga.
Bagi penggemar sepak bola pemain yang memiliki angka 9 biasanya adalah pemain terbaik di klubnya, seperti Cristiano Ronaldo. Angka sembilan kalau dilihat dari kedudukan angka satuan juga memiliki jumlah paling banyak. Bila kita menengok sejarah peradaban Islam di Pulau Jawa, juga ada semacam dewan mubaligh yang terkenal dengan sebutan “Wali 9″. Bila melihat fisiologi tubuh manusia juga mempunyai 9 lubang dalam istilah Jawa adalah “Babahan Howo Songo”.
Coba anda perhatika pada angka satuan jika 2 angka dijumlah ternyata hasilnya juga sembilan, seperti 1 + 8 = 9, 2 + 7 = 9, 3 + 6 = 9, 4 + 5 = 9. Coba anda kaitkan juga dengan sebutan “Sembako” 9 bahan pokok jumlahnya juga 9.
Oh ternyata banyak sekali rahasia angka 9, bila anda jlentrehkan lagi kami yakin akan masih banyak sekali temuan-temuan yang lain. Dan tentu anda masih ingat ! Siapakah sosok yang wafat pada tahun 2009 yang waktu wafatnya ternyata tepat pada pukul “18.45″ Siapa lagi kalau bukan “GUS DUR” he…he…he… Gitu Aja Kok Repot!
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada Desember 28, 2009
Ada orang bijak bilang bahwa semakin berisi padi maka semakin merunduk. Maksudnya orang kalau semakin berilmu biasanya semakin rendah hati. Bisa juga dikatakan sikapnya seorang kopral dengan jendral juga akan berbeda. Dalam hal ini kita banyak disuguhi berita terutama di TV tentang tingkah polah orang-orang yang mengaku pandai, terbukti banyak yang bergelar sarjana, baik yang S-1 sampai S-3. Namun yang terlihat kita semakin bingung sebenarnya siapa yang benar-benar tahu dan mengerti dan siapa yang hanya merasa sok tahu saja. Ibaratnya seperti “Buih di Lautan”. Kelihatannya pandai namun sebenarnya kurang menyadari kemampuannya. istilah lainnya adalah orang yang hanya tampilannya pandai namun tidak berbobo.
Indikasinya bisa dilihat dari semakin banyak orang yang hanya pandai bicara tetapi miskin tindakan. kerjanya hanya mengomentari saja namun jarang berbuat. sangat pandai menebar berita yang belum tentu kebenarannya tanpa memikirkan dampak apakah baik atau jelek bagi masyarakat. gampang berbicara dihadapan khalayak dengan informasi yang masih diperdebatkan sehingga semakin membingungkan rakyat. yang mana intinya adalah sangat gampang membuat resah masyarakat.
Jadi sangat jelas bahwa memang sekarang ini walaupun banyak orang yang pandai (bertitel) namun sebenarnya kurang cerdas. lalu bagaimana kita menyikapi keadaan yang demikian, tentu anda bisa memikirkan secara mendalam. Anda sebenarnya bisa melihat siapa tokoh atau pejabat yang sepatutnya kita percaya ucapannya. Indikasinya bisa kita ketahui dari; ucapanya sangat jelas dan tidak membuat bingung masyarakat. yang disampaikan cenderung membuat suasana semakin rukun damai. perkataannya bisa dipercaya dan terpercaya. Buat apa pandai kalau tidak bijak. Jadi jangan semakin menambah buih di lautan negeri kita.
Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2009
Manusia begitu banyak menginginkan sesuatu hal, baik cita-cita di dunia maupun di akherat. Salah satu keinginan tersebut adalah bercita cita ingin sukses hidup di dunia dan di akherat. Ada seorang ahli berkata, jika kita menginginkan lima hal maka juga harus melakukan dengan lima hal pula. Apakah itu? Berikut ini apa dan bagaimana caranya tersebut diatas :
Pertama, Jika kita mendapatkan rejeki, maka sebaiknya menjalankan secara istiqomah sholat dhuha. Apa makna rejeki itu? Mungkin banyak sekali tafsir yang menjelaskan makna rejeki. Menurut hemat kami rejeki adalah segala karunia yang telah dianugerahkan kepada makhluk-Nya baik yang berupa materi maupun nonmateri. Waku sholat dhuha biasanya dikerjakan pada pagi hari. Pada waktu tersebut memang efektif untuk bekerja, sedangkan ketika bekerja jika diniati ibadah maka disamping akan mendapatkan jerih payah hasil bekerja tentu jika kita meniatkan secara ihlas juga untuk beribadah maka tentu rejeki akan terus bertambah, jadi memang sangat pas jika kita biasakan untuk bekerja sekaligus beribadah. Karena sudah sangat jelas bahwa tugas manusia adalah untuk beribadah termasuk sholat dhuha di pagi hari.
Kedua, Jika di alam kubur ingin diliputi cahaya yang terang benderang, maka istiqomahlah untuk sholat tahajud di waktu malam. Di alam kubur itu sebenarnya terang atau gelap adalah tergantung dari amalnya di dunia. Jika amalnya termasuk amal sholeh maka di dalam kubur akan terasa terang, lapang, dan nyaman dan sebaliknya. Dengan menjalankan sholat tahajud di waktu malam berarti ada niat yang ikhlas untuk beribadah ketika secara umum manusia sedang tidur. Sehingga jika kita benar-benar tidur nanti (mati) maka karena kita sudah terbiasa menjalankan sholat tahajud pada saat orang sedang tidur, maka cahaya teranglah yang akan kita terima di alam kubur nanti.
Ketiga, Jika ingin dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Malaikat Munkar dan Nakir, maka istiqomahlah membaca Al Qur’an. Malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya pada setiap manusia yang baru saja mati meninggalkan dunia fana’ ini. Kenapa kita disyariatkan untuk membaca Al Qur’an jika ingin mampu menjawab kedua Malaikat tersebut. Jelas sekali karena Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi petunjuk dan pedoman hidup yang sangat lengkap bagi seluruh umat manusia di dunia ini. Al Qur’an adalah kalamullah, baik yang bersifat langsung yaitu alam jagad raya maupun yang berupa firman-Nya yang telah dituliskan dalam sebuah kitab suci. Kita bisa iqro’ (baca) apa yang ada di Alqur’an, baik membaca alam atau tulisan pada kitab Al Qur’an. Sehingga diharapkan kita mampu memperoleh ilmu yang manfaat bagi kehidupan kita. Dengan menguasai ilmu berarti kita mengetahui, mengerti dan memahami, sehingga insya Allah kita akan mampu menjawab pertanyaan kedua malaikat tersebut.
Keempat, Jika ingin selamat melewati titian shirothol mustaqiim, maka lakukanlah puasa dan shodaqoh. Shirotol mustaqiim bermakna jalan yang lurus, jalan yang benar-benar akan menghantarkan kita menuju Ridlo Ilahi. Supaya selamat melewati ini maka disyariatkan untuk puasa dan shodaqoh. Dengan berpuasa kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, mensucikan batin kita dari hawa nafsu atau dari segala prasangka jelek baik iri, dengki, marah, dendam, dll. Dengan kesucian kita akan mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk
Ditulis dalam Motivasi | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2009
Ada sebuah hal yang patut kita renungkan kembali agar sholat kita semakin khusyu’. Karena pada dasarnya sholat adalah sarana untuk mengingat Dzat Yang Maha Suci dan bentuk pengakuan kita kepada Sang Kholiq. Maka kita tentunya harus teliti dan terus memperbarui sehingga tujuan sholat dapat tercapai. Ibaratnya kalau niat kita ingin menghadap Presiden maka efeknya kita akan hati-hati dalam perilaku kita, kita akan malu kalau kita tidak bersikap sopan bahkan biasanya kita akan memakai pakaian yang paling bagus agar penampilan kita meyakinkan, namun setelah acara menghadap selesai maka biasanya kita akan mudah lupa dan kembali berperilaku seperti aslinya sehingga nuansa ketika bertemu presiden akan hilang dengan sendirinya. Begitu juga kalau kita pas sholat kurang labih akan seperti itu, dan kebanyakan semangat atau nuansa itulah yang terjadi pada diri setiap manusia ketika menjalankan syariat sholat. Lalu posisi yang pas itu seperti apa? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Renungan | 1 Komentar »
Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2009
Siapakah sebenarnya musuh terbesar manusia itu? Jawabannya ternyata bukan syetan, iblis, orang yang memusuhi, atau orang lain yang benci pada kita. Tapi, musuh terbesar kita sesungguhnya adalah nafsu kita sendiri.
Kita sudah paham bahwa syetan maupun iblis diciptakan karena tugasnya memang untuk menggoda manusia, menggoda keimanan, keyakinan kita. Jadi sebenarnya kita tidaj perlu repot menyalahkan syetan, justru karena tugas syetan tersebut, sepantasnya memacu kita setiap pribadi manusia untuk selalu meningkatkan keimanan kita kepada Alloh SWT. Tanpa diuji, maka kita tidak akan mengetahui kualitas keimanan kita. Misal, orang yang sabar itu bukan karena dia bisa bilang “saya sabar” tetapi orang yang ketika mendapat ujian, cobaan, musibah, atau kesusahan, kita tetap mampu menerima dengan lapang dada.
Manusia pada dasarnya juga bukan termasuk musuh kita, karena manusia sebenarnya mempunyai nurani yang sifatnya selalu berbuat kesucian. Berarti, orang yang tidak mampu menahan atau mengelola hawa nafsunyalah yang sebenarnya membahayakan pribadi kita. Barang siapa mampu mengelola nafsu pribadinya dialah yang bisa selamat, sebaliknya yang tidak mampu mengontrol nafsunya maka akan menyebabkan kerusakan, kehancuran bagi pribadi dan orang lain.
Barangkali konsep inilah yang disebut sebagai “Perang Suci” yaitu perang melawan hawa nafsunya sendiri. Ketika ada bencana alam baik dari unsur tanah (longsor, gempa bumi), angin (badai, puting beliung), air (banjir bandang), dan api (gunung meletus, kebakaran) apa yang bisa kita lakukan untuk berlindung supaya kita selamat ? Jawabannya adalah Jujur dan taat pada aturan Sang Maha Pencipta.
Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada November 30, 2009
Pada tanggal 30 Nopember 2009, ada sebuah pengalaman menarik yang menurut kami pantas untuk kita rasakan. Si teman bilang bahwa jika kita dapat memahami sekaligus mempraktekkan falsafah “Oh Iyaa” atau oh iyoo. Maka kami yakin siapapun juga akan mampu menjadi teladan hidup di sekitar lingkungannya.
Dia mengatakan misalnya, Siswa di lingkungan sekolah : Oh iya kalau aku ingin pandai seharusnya rajin belajar. oh iyaa kalau kelas kita ingin nyaman di tempati maka kita bersihkan. Oh iya jika nilai Unas baik maka harus segera mempersiapkannya. Kalau Guru, misalnya kalau ingin muridnya pandai maka dalam mengajar harus lebih serius dan dapat diterima murid. kalau anaknya ingin berbuat sopan santun, maka hgurunya harus mengajari juga sopan santun dan sepantasnya memberikan contoh bagaimana berlaku sopan santun itu.
Di lingkungan rumah, kita juga bisa mempraktekkan juga. Orang tua jika menginginkan anak-anaknya juga harus mampu menjadi sosok yang diidolakan anak, sehingga anak tidak perlu mencarai idolanya di luar rumah. Khawatirnya bukan contoh baik yang diperoleh tapi malah contoh yang menjerumuskan. Orang tua juga harus mampu menjaga, oh iyaa kalau anaknya ingin penurut, maka jangan sampai boleh keluar malam atau lupa waktu. Biar komunikasi antar anak dan orang tua tetap terjalin harmonis. Si anak juga bisa bilang oh iyaa kalau orang tua tetap meberikan kasih sayang, maka aku harus menurut kata orang tua dan menaati perintahnya ( tentu yang baik dong). Dan jika si anak ingin terkabul cita-citanya tentu harus taat dan mengikuti saran orang tua jangan malah menentang orang tua.
Di lingkungan negara, contohnya: oh iyaa jika negara ini menginginkan supremasi hukum tetap tegak berdiri, maka pihak penegak hukum harus menjunjung tinggi asas keadilan dan perlakuan yang sama di muka hukum agar rakyat kembali percaya pada para penegak hukum. Oh iyaa jika negara kita ingin makmur maka pemerintah beserta rakyat harus mau membangun bersama-sama. Jika kasus-kasus hukum dan yang lain bisa segera diselesaikan maka para penegak hukum harus mau menyelesaikan dengan adil tanpa intervensi dari pihak-pihak yang bersengketa.
Dan sebagai hamba, misalnya: oh iyaa kalau hidupku ingin tenang maka aku harus istiqomah dalam beribadah. Jika ingin alam ini kembali berkah maka kita harus bisa merawat alam dan mengolah sebaik mungkin. Kalau ingin jagad ini aman dari bencana alam maka menyatulah dengan alam untuk memahami setiap makna yang terkandung didalamnya. Oh iya …. yaaaa! aku sebenarnya bisa memulai dari sekarang dan diri sendiri. Intinya jika kita ingin baik maka berbaik-baiklah. kalau menyakiti orang lain itu sakit, kamu jangan menyakiti sebaliknya jika anda inginorang lain baik maka kamu berbuat baik kepada orang lain.
Ditulis dalam Renungan | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada November 29, 2009
Dalam istilah budaya Jawa ada istilah yang cukup menarik untuk dipelajari dan dipahami yaitu Makanan Soto dan Soto (tembakau). Pada dasarnya jika masing-masing dinikmati sendiri-sendiri rasanya enak. Baik yang makan soto, seperti soto lamongan, soto babat atau soto jakarta. Termasuk yang suka merokok (soto/tembakau), banyak merk rokok yang bisa dibeli sesuai kemampuan anda. Namun lain rasanya jika keduanya dicampur jadinya “Soto campur soto” maka bukan nikmat yang dirasakan namun mabuk yang akan dialami.
Nah perilaku yang seperti itu bisa kita lihat pada sosok pribadi seseorang juga. Jika seseorang gemar berbuat kebaikan, suka menolong orang lain, suka membantu kesulitan orang lain, dll. Maka dia akan disebut sebagai pribadi yang mulia. Begitu juga juga jika orang yang suka berbuat kejahatan, maka orang akan mengatakan bahwa tingkah lakunya jelek atau jahat. Namun jika perilaku baik dicampur dengan perilaku buruk maka hasilnya akan memabukkan.
Orang yang suka berperilaku seperti itu sebenarnya akan kelihatan dari sikapnya. Orang seperti ini selain memabukkan bagi dirinya maka akan berdampak juga bagi orang lain. Apa bisa kebaikan dicampur dengan kejelekan? kalaupun toh kelihatannya bisa maka sifat aslinya tentunya akan nampak.
Kita tahu orang yang mabuk adalah orang yang akalnya tidak sehat. Dia tidak akan bisa berpikir dengan jernih. Dan jika tidak bisa berpikir secara jernih maka hasilnya tentu akan negatif. kalau hasil pemikirannya dipakai bisa bahaya bagi orang lain dong. Maka orang yang punya sikap seperti itu tidak perlu dijadikan teman apalgi teladan bisa bahaya bagi kita. Maka akan lebih baik jika kita seharusnya menikmati “Makanan Soto” saja. Bagaimana?
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »
Ditulis oleh marsaja di/pada November 29, 2009
Ada sebuah pernyataan yang menurut kami menarik kita simak, karena momentumnya kelihatammya pas dengan kondisi sekarang ini yaitu “Tedheng Resi nanging Isine Durga Hangrangsang” atau kalau diartikan kurang lebih adalah berkedok seorang yang berilmu/beragama namun kelakuannya seperti Durga.
Realitas sekarang ini bila kita lihat sepertinya pas dengan kondisi tersebut. Istilah sekarang adalah yang penting kemasannya atau penampilannya saja. Ibarat produk kalau kemasannya bagus maka produk akan laris tak peduli isinya layak atau tidak. Begitu juga manusia yang penting penampilan luarnya saja yang dipoles masalah jiwanya nomer kesekian. Mereka seolah tidak peduli lagi terhadap kualitas batinnya.
Ada juga yang menyebut realitas perilaku seperti itu adalah sebuah “Topeng Kebaikan” . Kebaikan hanya dijadikan topeng saja, yang tujuannya tentu untuk menutupi pribadi yang sebenarnya, bahkan ada yang bertujuan untuk mengelabuhi orang lain. Agar orang lain simpatik, mereka rela berbuat kebaikan, seperti membangunkan tempat ibadah, membagikan sembako, mengadakan pengajian, atau menjalankan ibadah haji, dll. Intinya apa yang dilakukan dia berharap orang lain mengetahuinya. Orang yang kebaikannya sebenarnya hanya sebagai topeng saja, mereka gemar melakukan amal kebaikan namun selalu dipamerkan, bukan atas dasar niat yang ikhlas.
Jadi jangan heran jika anda mengetahui ada orang yang kelihatannya khusuk dalam ibadahnya namun korupsinya jalan terus. Ada yang sering membantu dana untuk membangun rumah ibadah namun gemar berbuat maksiat, dll. Namun perlu kita ketahui bahwa sepandai-pandainya orang menutupi mukanya dengan topeng walaupun topeng kebaikan maka suatu saat topengnya pasti akan terbuka. sangat tidak mungkin kalau dalam hidupnya selalu memakai topengkan? Nah anda ingin menjadi sosok yang bertopeng apa yang alami. Maka perialaku yang alamilah yang bisa membuktikan.
Ditulis dalam Aktual | Leave a Comment »